Berita Banjarbaru

Gara-gara TPA Regional Banjarbakula, Penghijauan TPA Gunung Kupang Terhambat

Rencana penghijauan dan mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Kupang di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru menjadi lokasi alam wisata

Gara-gara TPA Regional Banjarbakula, Penghijauan TPA Gunung Kupang Terhambat
Banjarmasinpost.co.id/Aprianto
Kondisi TPA Gunung Kupang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rencana penghijauan dan mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Kupang di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru menjadi lokasi alam wisata dan penghijauan menjadi terhambat.

Seiring dengan TPA Regional Banjarbakula yang operasionalnya dihentikan sementara akibat protes warga yang mengeluhkan dengan aktivitas lalu lalang armada truk sampah.

Dengan ditutupnya TPA regional itu juga berimbas dengan sampah yang ada di Kota Banjarbaru. Sehingga Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru kembali membuang sampahnya ke TPA Gunung Kupang di Kecamatan Cempaka Banjarbaru.

Kepala Dinas LH Banjarbaru, Sirajoni mengatakan TPA Gunung Kupang masih bisa dan sanggup menampung sampah sampah yang ada di Kota Banjarbaru meski TPA Regional ditutup sementara.

Memang awalnya TPA Gunung Kupang akan dilakukan penghijauan yang arahnya akan dijadikan semacam hutan kota dan menjadi lokasi objek wisata alam.

Baca: LIVE TVRI! Cara Live Streaming Piala Sudirman 2019 Indonesia vs Jepang, Marcus/Kevin Main

Baca: LIVE INDOSIAR - Cara Live Streaming PSS Sleman vs Semen Padang FC di Liga 1 2019 Pekan 2

Baca: BREAKING NEWS - Menkominfo Fungsikan Kembali Fitur Foto dan Video di Media Sosial, Hari Ini

"Selama belum beroperasi TPA Regional, kita kembali buang sampah ke TPA Gunung Kupang. Untuk truk dari Banjarbaru yang lewat di perkampungan tidak ada masalah dari warga," katanya, kemarin.

Meski begitu, penutupan sementara ini sebut Sirajoni juga berdampak dengan rencana penghijauan di TPA Gunung Kupang. Mengingat penutupan itu diprediksi hingga akhir tahun.

Lokasi lahan yang semula tidak dipakai untuk menumpuk sampah dan direncanakan dijadikan wilayah penghijauan kembali difungsikan menumpuk sampah. Sehingga harus atur ulang lagi.

Lahan TPA Gunung Kupang sendiri mencapai 10 hektare dengan pembagian zona pasif dan zona aktif. Zona aktif atau disebut zona A adalah yang sekarang digunakan menjadi wadah sampah.

Sedangkan zona pasif atau zona B merupakan lahan yang disiapkan untuk cadangan menampung sampah atau jadi areal penghijauan.

"Kemungkinan zona B akan digunakan untuk menampung sampah apabila memang di zona A sudah tidak bisa menampung karena sampah datang terus. Tapi tetap kita atur untuk rencana penghijauannya," jelasnya.

Disebutkannya bahwa upaya penghijauan dan pengalihfungsian TPA ke tempat rekreasi sudah bertahap dilakukan. Khususnya ketika ada keputusan bahwa sampah di Banjarbaru akan dibuang ke TPA Regional.

Beberapa areal juga sudah ditanami beragam jenis pohon khususnya jenis buah-buahan dan pohon peneduh.

Dengan ditutupnya regional TPA Gunung Kupang, setiap harinya sekitar 110-120 ton sampah di Banjarbaru per harinya kembali dibuang ke TPA Gunung Kupang milik Pemko.

"TPA Gunung Kupang masih sanggup menampung sampah hingga beberapa tahun ke depan," tambahnya (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved