Bacaan Kesehatan Kenali Ragam Penyakit

Hati-hati Iklan Obat Herbal yang Menyesatkan, Berikut Penyuluhan dari Dokter RSUD Kuala Kapuas

Penyuluhan kesehatan tentang "Hati - hati terhadap Iklan Obat Herbal yang Menyesatkan" disampaikan oleh dr Edwin Bima Putra Lius

Hati-hati Iklan Obat Herbal yang Menyesatkan, Berikut Penyuluhan dari Dokter RSUD Kuala Kapuas
istimewa
Saat penyuluhan kesehatan tentang "Hati - hati terhadap Iklan Obat Herbal yang Menyesatkan" oleh RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui RSPD Kabupaten Kapuas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Penyuluhan kesehatan tentang "Hati - hati terhadap Iklan Obat Herbal yang Menyesatkan" belum lama tadi disampaikan oleh dr Edwin Bima Putra Lius selaku Dokter Umum RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas beserta Tim PKRS.

Dilansir dari website RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr Edwin menerangkan bahwa obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami, sama seperti tubuh kita.

Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis) dan tanpa campuran hewan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap iklan-iklan produk herbal yang sifatnya melebih-lebihkan khasiat terutama mampu menyembuhkan kanker tanpa penanganan medis oleh dokter.

Baca: Amalan Itikaf pada 10 Hari Terakhir di Ramadhan 1440 H Menurut Ustadz Abdul Somad

Baca: Kepanikan Ivan Gunawan Saat Tampilkan Luna Maya dan Syahrini di Acara Shopee

Baca: Penyakit Stroke Tidak Memandang Usia, Simak Penjelasan Tentang Penyakit Penyebab Kematian Ini

Dalam peraturan pemerintah, terdapat larangan obat herbal, termasuk tradisional, untuk mengabarkan khasiatnya lewat iklan untuk penyakit-penyakit tertentu seperti kanker, tuberkulosis, diabetes, lever dan lainnya.

Peraturan tersebut yaitu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 386 Tahun 1994 tentang Pedoman Periklanan: Obat Bebas, Obat Tradisional, Alat Kesehatan, Kosmetika, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan Makanan-Minuman.

Obat herbal sejatinya adalah obat pendukung penyembuhan kanker bagi penderita.

Dengan mengonsumsinya bukan berarti menghentikan pengobatan lewat proses medis yang ditangani oleh dokter seperti dengan operasi, radiasi dan tindakan medis lainnya.

Dijelaskan pula, untuk mendapatkan ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maka suatu obat harus melalui berbagai tahapan penelitian dan pengujian, tentunya memerlukan berbagai macam tahapan-tahapan dan waktu pengujian yang lama.

Sebagai contoh obat paracetamol. Pada tahun 1893, peneliti menemukan zat parasetamol di dalam air kencing seseorang yang meminum fenasetin.

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved