Berita Batola

Ke Barito Kuala, Menteri Pertanian Datangi 2 Lokasi, Ini Kaluhan Petani di Desa Timuh dan Barambai

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman tinjau lokasi pertanian di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel, Sabtu (25/5/2019)

Ke Barito Kuala, Menteri Pertanian Datangi 2 Lokasi, Ini Kaluhan Petani di Desa Timuh dan Barambai
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Mentan RI, Amran Sulaiman melihat Program SERASI yang sudah berjalan di Desa Kolam Kiri Dalam 1 Batola Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman tinjau lokasi pertanian di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel, Sabtu (25/5/2019). Di kabupaten tersebut, ia mengunjungi dua lokasi yang merupakan kawasan tani di Barito Kuala.

Dalam peninjauan kali ini, Mentan RI mendatangi dua tempat yang mulai melaksanakan Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Pihak Kementrian Pertanian juga meninjau tempat pembuatan tanggul dengan bridge alat eksavator.

Desa Tumih, Batola, menjadi lokasi peninjauan pembuatan tanggul. Kemudian kunjungan berlanjut ke Desa Barambai dan Desa Kolam Kiri Dalam 1, Batola, Kalsel.

Mentan RI, Amran Sulaiman nampak disambut hangat oleh warga setempat. Ia juga langsung menanyakan mengenai program SERASI yang sudah mulai dijalankan.

Di lokasi itu, interaksi antara petani dan Amran Sulaiman tercipta. Ia menanyakan mengenai sistem petanian yang sudah dilakukan sejak dulu.

Baca: Penampilan Ayu Ting Ting Saat Tidur Jadi Sorotan, Teman Ivan Gunawan Bikin Pangling?

Baca: Live TVRI - Semifinal Piala Sudirman 2019 Indonesia vs Jepang Mulai Jam 17.00 Wib, Ada Marcus/Kevin

Baca: 4 Nutrisi Seimbang yang Harus Dipenuhi Saat Sahur Biar Kamu Enggak Gampang Tumbang

Amran Sulaiman juga mengundang dua warga bersamanya untuk tanya jawab. Mulai dari bagaimana sistem olah tanah, pengairan, hingga panen.

Ya, keluhan petani setempat di kawasan itu ialah sistem perairan. Pasalnya kondisi air di Desa Kolam Kiri Dalam 1 adalah pasang surut. Sehingga dalam sistem bertani, metode yang tepat ialah panen satu tahun sekali.

Adanya inovasi SERASI rupanya menjadi harapan tinggi bagi warga petani setempat. Meski ada petani yang dalam satu tahun bisa panen dua kali, namun rupanya tak semua petani di desa tersebut bisa memiliki lahan yang dimanfaatkan untuk hasil serupa.

Menyikapi hal tersebut dan pascameninjau pertanian yang sudah mulai memanfaatkan program SERASI, Amran Sulaiman menerangkan, program itu akan mampu meningkatkan hasil pertanian dari masyarakat. Dari yang awalnya panen satu kali dalam setahun, bisa optimalkan menjadi dua hingga sampai tiga kali.

“Kami mendengar langsung bagaimana masyarakat senang menyambut Program SERASI ini. Bayangkan, yang dulunya tanam satu kali pertahun dan produksinya dua ton, insyaallah tahun ini sudah bisa tanam, dua sampai tiga kali dan hasil produksinya meningkat jadi enam sampai 10 ton,”ucap Amran Sulaiman.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved