Berita Banjarbaru

Lihat Jagung di Balitra Telat Panen, Amran : Ini Kerjanya Gak Bener, Kasih Peringatan Semua

Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) Kalsel dan Balitra Banjarbaru

Lihat Jagung di Balitra Telat Panen, Amran : Ini Kerjanya Gak Bener, Kasih Peringatan Semua
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman melihat kondisi pertanian jagung di Balitra, Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) Kalsel dan Balai Penelilitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Banjarbaru, Sabtu (24/5/2019).

Bersama rombongan, saat di Balittra, Arman berkomentar mengenai kondisi tanaman jagung di lokasi tersebut. Kecewa menyaksikan pertumbuhan jagung disana, Ia pun memberikan peringatan kepada Pimpinan Balittra beserta di bawahnya.

Disinyalir terjadinya lambat panen membuat Amran menegaskan hal tersebut. Ia langsung mengucapkan peringatan itu kepada pihak Balittra yang mendampingi.

"Ini kerjanya gak bener ni, kasih peringatan semua, peringatan pertama dan terakhir," ucap Amran, dihadapan rombongan.

Baca: Keracunan Massal di Kuala Kapuas, Masdari Tasmin : Harus Disidik

Baca: Produksi Kopi Kemasan BUMDes di Banjar Tersendat, Ini Penyebabnya

Baca: Suka Duka Guru dan Pembimbing Tunanetra, Aan Paling Sedih Saat Menapaki Anak Tangga

"Karena tidak dipanen jadi dikasih peringatan pertama dan tekahir. Harusnya begitu selesai langsung panen. Normalnya ini terlambat. Terlambat dikit saja," jelasnya lagi.

Menteri Pertanian juga memperlihatkan kondisi jagung di lahan pertanian tersebut. Ia melihat satu jagung yang masih berada di batangnya sudah dalam kondisi kering.

Terlepas dari itu, Amran menerangkan kalau sidak kali ini ialah untuk melihat kondisi di lapangan. Pascameninjau Balittra, ia mengatakan kawasan tersebut memiliki produksi dan potensi yang bagus.

Sebutnya, pada kawasan yang menjadi tempat pelatihan para petani dan sumber daya alam itu akan dioptimalkan. Sehingga kawasan rawa ujar Amran bisa menjadi pertanian model baru.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved