Ekonomi dan Bisnis

Mau Pinjam Dana di Fintech? Gampang, Tapi Perhatikan Dulu Petuah Direktur Do-It Ini

Meminjam dana kini tak harus ke bank, namun juga bisa lewat teknologi keuangan alias fintech peer to peer lending

Mau Pinjam Dana di Fintech? Gampang, Tapi Perhatikan Dulu Petuah Direktur Do-It Ini
Shutterstock
Ilustrasi fintech. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Meminjam dana kini tak harus ke bank, namun juga bisa lewat teknologi keuangan alias fintech peer to peer lending. Namun, jangan lupa juga bahwa meminjam dana lewat fintech harus dilakukan dengan bijak.

Do-It, fintech P2P lending yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggiatkan penyuluhan pada masyarakat agar dapat memanfaatkan dana pinjaman yang diperoleh dengan baik dan bijak.

“Sebelum meminjam, masyarakat harus memastikan perusahaan tersebut resmi terdaftar di OJK,” jelas Kadi, Direktur Do-It dalam pernyataannya, Sabtu (25/5/2019).

Do-It, imbuh Kadi, mengimbau masyarakat agar pinjam dana di fintech secara aman, bijak dan bertanggungjawab. Sehingga, masyarakat semakin produktif dan terhindar dari masalah keuangan.

Baca: Sikap Aneh Verrell Bramasta & Natasha Wilona Saat Ditanya Soal Hubungan Pacaran, Resmi Putus?

Baca: Inilah 6 Rekomendasi Smartphone Harga Rp 3-5 Jutaan, Mau Beli? Tinggal Pilih

Baca: Puncak Everest Semakin Mangerikan, Korban Berjatuhan Hampir, Data Terbaru 10 Pendaki Tewas

Ia menambahkan, nasabah juga harus memahami batas biaya pinjaman adalah 0,8 persen per hari. Hal ini sejalan dengan aturan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang diumumkan bulan Maret 2019 lalu.

Do-It menawarkan pinjaman dengan mengenakan biaya sebesar 0,8 persen per hari sesuai ketetapan tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk senantiasa patuh pada regulasi yang ditetapkan OJK maupun aturan dari AFPI.

“Selain batas biaya pinjaman, kami selalu berupaya agar proses pinjaman di Do-It berlangsung transparan dan jelas, termasuk pemberian informasi hak dan kewajiban pengguna di awal,” lanjut Kadi.

Pun Do-It sudah menetapkan consumer hotline, sehingga nasabah yang memiliki pertanyaan dan keluhan dapat langsung menghubungi.

"Kami ingin agar nasabah bisa terhindar dari masalah keuangan, maka itu dianjurkan agar seluruh pinjaman digunakan dengan bijak, sebaliknya kami juga berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang baik dan beretika termasuk penetapan biaya pinjaman, jangka waktu pelunasan, dan hal lain sesuai regulasi dan aturan yang berlaku," jelas Kadi.

Do-It pun memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan analisa Big Data dalam proses verifikasi data nasabah.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved