Berita Banjar

Produksi Kopi Kemasan BUMDes di Banjar Tersendat, Ini Penyebabnya

Usaha pengolahan kopi bubuk kemasan yang dijalankan BUMDes Bina Sejahtera, Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, tersendat.

Produksi Kopi Kemasan BUMDes di Banjar Tersendat, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/idda royani
KOPI - Arianto (kanan) bersama tamunya dari Banjarmasin mengecek kebun kopinya di Desa Tiwinganbaru, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Usaha pengolahan kopi bubuk kemasan yang dijalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera, Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dKalsel), tersendat.

Saat ini produksi terhenti. "Masih istirahat dulu karena pasokan bahan baku biji kopinya saat ini tidak lancar," ucap Ketua BUMDes Bina Sejahtera, Arianto, Sabtu (25/05/2019).

Sementara itu, lanjut Arianto, kebun kopinya saat ini juga belum panen. Memang telah berbuah namun masih muda sehingga belum memungkinkan dipetik dan diolah.

Di sejumlah desa lain di Kecamatan Aranio, sebut Arianto, memang ada kebun kopi. Tapi umumnya mereka saat ini masih sibuk beraktivitas di tambang (pedulangan emas, red).

Baca: Bupati ke Toilet Sampai Tiga Kali, 155 Orang di Kapuas Diduga Keracunan Makanan

Baca: Bantahan Rina Nose Disebut Lebih Pilih Syahrini Ketimbang Luna Maya Gara-Gara Panggung Shopee

Baca: Prabowo Tak Ikut Datangi MK, Ternyata Bertakjiah ke Rumah Almarhum KH Arifin Ilham

"Istri saya ini juga masih sakit. Jadi, memang produksi kopi kami masih vakum sementara ini," aku Arianto.

Namun jika kelak kebun kopinya telah siap dipanen, dipastikannya produksi kopi akan dimulai kembali. Apalagi sebenarnya selama ini respons masyarakat cukup tinggi terhadap kopi kemasan olahannya.

Citarasa kopi bubuk kemasan produksi BUMDes Bina Sejahtera memang khas. Pasalnya, bahan baku yang digunakan yakni kopi murni khas Kabupaten Banjar yakni Kopi Aranio. Umumnya kebun kopi yang ada di Kecamatan Aranio dan di kecamatan lainnya adalah kebun peninggalan zaman penjajahan Belanda.

Biji kopi Aranio berciri khas mungil bentuknya, sepintas mirip biji kedelai. Juga cukup tahan lama disimpan hingga berbulan-bulan apalagi jika kadar airnya rendah.

Sejak awal diproduksi sekitar Oktober 2018 lalu, kopi kemasan produksi BUMDes Bina Sejahtera langsung diterima pasar. Kalangan pencinta kopi mulai banyak yang memesan. Bahkan ada pesanan dari pemilik kafe kopi di Semarang, Jawa Tengah.

UPT Inkubasi Bisnis, Universitas Islam Kalimantan (Uniska), Banjarmasin, pun tertarik. Apalagi mereka juga mulai membuka usaha kafe kopi di kampus yang melibatkan mahasiswa setempat.

Baca: Suka Duka Guru dan Pembimbing Tunanetra, Aan Paling Sedih Saat Menapaki Anak Tangga

Baca: Si Palui: Nikmatnya Ramadan

Rakhmat Nipliardi, pencetus bisnis kopi Uniska, telah benerapa kali berkunjung ke BUMDes Bina Sejahtera. Selain melakukan pendampingan teknis budidaya, mereka sekaligus mengajari cara mengolah biji kopi Aranio menjadi bubuk kopi serta pengemasannya.

"Kami telah melakukan pengetesan citarasa dengan sejumlah kopi dari daerah lain di Indonesia, termasuk mencampurnya. Hasilnya, citarasa kopi Aranio lah yang dominan," sebut Rakhmat.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved