Berita Batola

Program SERASI diharapkan Gapoktan, Bisa Meningkatkan Produksi Hasil Pertanian di Batola

Sedangkan sebelumnya di area rawa, para petani hanya bisa menanam satu kali. Meski ada beberapa yang sukses hingga dua kali masa tanam.

Program SERASI diharapkan Gapoktan, Bisa Meningkatkan Produksi Hasil Pertanian di Batola
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Mentan RI, Amran Sulaiman melihat Program SERASI yang sudah berjalan di Desa Kolam Kiri Dalam 1 Batola Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) yang digalangkan oleh pemerintah baru-baru ini nampaknya memberikan harapan tinggi kepada masyarakat.

Sebagaimana yang diutarakan oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kolam Kiri Dalam 1, Purwanto.

Jelasnya, adanya program SERASI terbayangkan adanya peningkatan produksi yang dihasilkan oleh petani. Pasalnya, program tersebut membuat para petani bisa melakukan dua sampai tiga kali tanam dalam setahun.

Sedangkan sebelumnya di area rawa, para petani hanya bisa menanam satu kali. Meski ada beberapa yang sukses hingga dua kali masa tanam.

“Kami optimis program ini akan berjalan. Apalagi sistem perairan sudah dibenahi dengan dibuatnya saluran air untuk sawah,” jelas Purwanto pascapertemuannya dengan pihak Kementrian Pertanian Republik Indonesia yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Indonesia, Amran Sulaiman, Sabtu (25/5/2019).

Baca: Ke Barito Kuala, Menteri Pertanian Datangi 2 Lokasi, Ini Kaluhan Petani di Desa Timuh dan Barambai

Sebutnya pula, program SERASI memang baru berjalan pada bulan ini. Bahkan penanaman pertama bakal dilakukan pada Bulan Oktober mendatang.

Ia akui, selama ini kendala pertanian di kawasan tersebut ialah air. Karena kondisi yang pasang surut. Sehingga sebutnya, melihat ada pembenahan saluran quartor, dan pembersihan saluran tersier maka dirasa lebih baik dari sebelumnya. Terlebih program SERASI didanai oleh pemerintah.

Ada sekitar 350 hektar lahan pertanian di Desa Kolam Kiri Dalam, terdiri dari lima kelompok tani. Selama ini ujar Purwanto, sebagian petani memang sudah ada yang bisa melakukan dua kali tanam dalam satu tahun. Namun lebih didominasi satu kali. Lantas, Program SERASI ia harapkan bisa lebih meningkatkan hasil pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Ir Samsir Rahman menerangkan, program SERASI di Kalsel ditargetkan 250 ribu hektar. Khusus di Barito Kuala yakni 100 hektar.

“Saya yakin smapai Bulan Desember, Batola bsia mencapai target,” ucap Ir Samsir.

Baca: Teliti Penyebab Keracunan Massal di Desa Narahan, Sampel Makanan Dibawa ke BPOM Palangkaraya

Ia juga menjelaskan kendala saat ini yang dihadapi para petani ialah susahnya ketersediaan bahan bakar. Terlebih petani harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan bahan bakar sebagai penggerak mesin.

Terlepas dari itu, ia menjelaskan, Program SERASI merupakan cara meningkatkan indeks tanam. Dari satu kali menjadi dua kali, dan berikutnya.

Adapun di area Desa Kolam Kiri Dalam yang ia dan Kemenpan RI datangi ada sekitar 350 luas lahan pertanian. Ditambah kisaran 250 pada Desa Kolam Kanan Dalam.

Secara keseluruhan, ia optimis warga atau petani setempat akan sukses dalam Program SERASI, meski adanya pirit pada kawasan tersebut. Apalagi tambahnya, pirit sudah ditangani melalui pembuatan saluran. Sehingga Ph air dari pirit tersebut bisa naik.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved