lifestyle

Sempat Galau Kenakan Hijab Saat Menari, Begini Cara Aisyah Mantapkan Hati

Ya, gadis kelahiran 9 Januari 1997 ini awalnya sempat galau. Menimbulkan pertanyaan dalam dirinya,seorang berhijab masih bisakah menari?

Sempat Galau Kenakan Hijab Saat Menari, Begini Cara Aisyah Mantapkan Hati
istimewa
Siti Aisyah tetap mengenakan hijab saat menari 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Siti Aisyah pun sadar hal itu dan ia pun ingin dengan pakaian tertutup masih bisa berkesenian khususnya menari.

Ya, gadis kelahiran 9 Januari 1997 ini awalnya sempat galau. Menimbulkan pertanyaan dalam dirinya, apakah seorang berhijab masih bisa menari?

Pertanyaan itu selalu muncul dalam hati Aisyah. Untuk menjawabnya, Aisyah membaca artikel-artikel terkait dengan dirinya.

Akhirnya ia menemukan jawaban. Terinspirasi Stephanie Kurlow dari Sidney, Australia, penari balet pertama yang berhijab maka Aisyah yang juga penari semakin mantap mengenakan hijab.

"Keluarga Stephanie adalah mualaf. Dan ia berhijab sejak usia 11 tahun. Meski sempat ragu dan tiga tahun vakum dari balet, akhirnya ia kembali muncul, menari balet dengan hijabnya," papar Aisyah.

Baca: Sang Pencinta Baca Kalau Kalap, Sampai Borong Buku

Baca: Rusakkan Kalung Berlian Pemberian Reino Barack, Ivan Gunawan Langsung Kabur Jauhi Syahrini

Baca: Ini Pesan Kapolda Kalsel Saat Safari Ramadan, Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Aisyah adalah mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Konsentrasi Seni Tari.

"Pastinya saya kuliah di bidang tari adalah untuk melestarikan budaya daerah. Saya makin mantap sebagai penari berhijab," tukasnya.

Aisyah yang juga Galuh/Puteri Hulu Sungai Utara 2017 ingin tetap bisa mengusung seni budaya lokal tanpa harus mengabaikan kewajiban sebagai muslimah.

"Semoga langkah saya ini memotivasi muslimah yang lain sesama pehobi tari. Jangan ragu, tetap jaga akidah dan mari sama-sama lestarikan seni budaya daerah," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved