Berita Kalteng

Teliti Penyebab Keracunan Massal di Desa Narahan, Sampel Makanan Dibawa ke BPOM Palangkaraya

Dinkes Kabupaten Kapuas meminta bantuan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangkaraya guna menyelidiki penyebab keracunan Massal.

Teliti Penyebab Keracunan Massal di Desa Narahan, Sampel Makanan Dibawa ke BPOM Palangkaraya
tribunkalteng.com/fadli SR
Suasana perawatan korban keracunan di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas_wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas meminta bantuan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangkaraya guna menyelidiki penyebab keracunan massal di Desa Narahan Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Kapuas, dr Tri Setyautami saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (25/5/2019).

Ia hanya memberikan jawaban singkat lantaran masih disibukkan dengan penanganan keracunan massal di Desa Narahan Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.

"Sampel sudah dibawa ke BPOM Palangkaraya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Kapuas, dr Tri Setyautami melalui pesan yang dikirim.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Apendi mengatakan pihaknya masih terus melakukan segala upaya penanganan di lokasi dengan sebaik-baiknya.

"Kami juga kerahkan seluruh puskesmas-puskesmas terdekat untuk turun ke lokasi membantu penanganan," katanya.

Tim dari Dinkes Kabupaten Kapuas pun sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terkait kejadian tersebut. "Sampel untuk diteliti sudah diambil," tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, ratusan warga di Desa Narahan Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas diduga keracunan makanan.

Usai mereka menyantap sajian makanan buka puasa bersama yang diadakan di Masjid Nurul Istiqomah, Handel Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kamis (23/5/2019) petang.

Makanan apa yang disantap? Keterangan dari beberapa warga yang dijumpai di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, mereka saat buka puasa itu makan nasi bungkus, telor masak habang (merah).

Gejala keracunan makanan mulai dirasakan oleh warga saat jam sahur. Para warga merasakan sakit kepala, pusing, mual, sakit perut sampai muntah-muntah. Kini semua pihak terkait sedang bahu membahu dalam penanganan kasus keracunan massal ini sesuai tugas dan fungsinya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved