Berita Nasional

Video Viral Pengeroyokan Bocah 15 Tahun oleh Polisi di Kerusuhan 22 Mei Lalu Dipastikan Hoaks

Video Viral Pengeroyokan Bocah 15 Tahun oleh Polisi di Kerusuhan 22 Mei Lalu Dipastikan Hoaks

Video Viral Pengeroyokan Bocah 15 Tahun oleh Polisi di Kerusuhan 22 Mei Lalu Dipastikan Hoaks
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMAPUTRA
Personel Brimob saat berupaya membubarkan massa yang bertahan di Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Video viral pengeroyokan seorang bocah berusia 15 tahun oleh polisi berseragam hitam di kerusuhan 22 Mei lalu dipastikan hoaks.

Dalam video menggambarkan seorang lelaki dipukuli oleh sejumlah polisi ketika rangkaian peristiwa kerusuhan 22 Mei di Jakarta beberapa waktu lalu tersebar luas di media sosial.

Cerita yang beredar menyebut, pria itu tewas dipukuli. Adapun kabar yang beredar menyatakan, peristiwa itu terjadi di dekat Masjid Al Huda, kawasan Kampung Bali, Kamis (23/5/2019).

Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia membantah narasi yang menyebut pria tersebut tewas dipukuli.

"Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kami amankan atas nama A alias Andri Bibir," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Baca: Sosok Pria di Video Viral Pengeroyokan Oleh Polisi Kerusuhan 22 Mei Bukan Bocah 15 Tahun

Baca: Nasib Penyebar Kabar Polisi China di Aksi 22 Mei Usai Viral di Medsos, Ini Pengakuannya ke Polisi

Baca: Foto & Video di WA Bisa Pulih Pasca Whatsapp Down di Aksi 22 Mei, Syaratnya Diungkap Menkominfo

Baca: BREAKING NEWS : Pos Polisi Terbakar Jumat (24/5) Malam, Saksi Mata: Ada 4 Pengendara Nyalakan Korek

Dedi menuturkan, Andri bertugas menyuplai pecahan batu kepada para perusuh untuk dilempari ke arah polisi. Ia juga menyiapkan jeriken berisi air untuk mengobati rasa perih akibat gas air mata.

"Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan. Artinya, by setting untuk menciptakan kerusuhan," ujar Dedi.

Dedi melanjutkan, peristiwa pemukulan yang viral di media sosial itu terjadi ketika Andri hendak kabur setelah aksinya tepergok petugas.

"Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota langsung mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia, dikepung oleh anggota pengamanan," kata Dedi. Saat ini, Andri diamankan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Ia juga sudah berstatus sebagai tersangka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Pria Dipukuli Aparat, Begini Penjelasan Polri",

Editor: Restudia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved