Berita Banjar

Akademisi Universitas NU Kalsel Sampaikan Keprihatinan Atas Rusuh 22 Mei di Jakarta

Sejumlah akademisi di Kalsel menyatakan keprihatinannya atas peristiwa kerusuhan hingga menimbulkan korban jiwa pada aksi 21-22 Mei

Akademisi Universitas NU Kalsel Sampaikan Keprihatinan Atas Rusuh 22 Mei di Jakarta
Dari UNU Kalsel untuk BPOSt
Akademisi Universitas NU Kalsel jelang berbuka menyampaikan keprihatinan atas rusuh 21-22 Mei 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejumlah akademisi di Kalsel menyatakan keprihatinannya atas peristiwa kerusuhan hingga menimbulkan korban jiwa pada aksi Kedaulatan Rakyat 21-22 Mei lalu di Jakarta.

Keprihatinan itu disuarakan Rektor Universitas Nadlatul Ulama (UNU) Kalsel H Syarbani Haira serta sejumlah akademisi lainnya seperti Samsul Rani, Prof Ahsin, Fitri serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU Kalsel.

Keprihatinan akademisi UNU Kalsel diutarakan saat jelang berbuka puasa di Kampus UNU, Minggu (26/5) sore.

Rektor UNU Kalsel, Syarbaini Haira mengatakan, silaturahmi beberapa akademisi yang mayoritas tergabung di ikatan dari kawan-kawan ULM sebagai bentuk kepedulian bersama. Pertemuan pun mendadak, sebagai bentuk sumbangsing untuk negara ini.

Ketua Ikatan Sarjana NU, Prof Ahsin Rifai mengharapkan kepada seluruh komponen bangsa untuk menghargai lembaga negara seperti lembaga eksekutif, yudikatif dan lembaga legislatif karena mereka itu adalah pemimpin pada saat ini.

Baca: Daftar Gugatan ke MK, Bambang Widjoyanto Sebut Sengketa Pilpres 2019, Diduga 3 Kejahatan Jadi Satu

Baca: Kakek Odik Disambar Buaya 1, 5 Meter Saat Memancing, Harus Berduel Untuk Selamatkan Diri

Baca: Bukan Rian! Sosok Pria Saat Vanessa Angel Check In di Hotel dalam Kasus Prostitusi Artis Dibongkar

“Jika tidak menghargai siapa yang akan memimpin bangsa ini. Nah yang kedua adalah sebagai bagian dari pada Civil Society, berhak untuk menyatakan pendapat bebas untuk berkumpul tetapi berkumpul menyatakan pendapat yang harus bertanggung jawab sesuai dengan peraturan dan perundangan,” katanya.

Pria yang juga dosen di ULM itu mengatakan, menjadi perhatian bersama sebagai pernyataan yang ketiga, terkait dengan demo 22 Mei yang berujung terjadinya kerusuhan. "Silakan berdemo tapi demo damai yang jangan sampai terjadi kejadian anarkis,"katanya.

Sebagai kalangan akademisi, dirinya sangat tidak sependapat dengan cara-cara seperti itu. Pernyataan keempat, berharap aparat keamanan bersikap tegas terhadap provokator ataupun perusuh yang merusak serta melakukan pembakaran dan tidak boleh mentoleransi kerusuhan-kerusuhan.

“Kami menghimbau elemen masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil. Mari kita sama-sama menunggu prosesnya hingga berakhir,” ujarnya.

Lanjutnya, jika ada yang berkeberatan dengan hasil pemilu, silakan untuk menempuh jalur hukum. Yakni bisa mengajukan ke MK yang akan mendukung upaya tersebut agar Indonesia ini tetap dalam keadaan damai.

Baca: BPN Prihatin Mustofa Nahrawardaya Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Cuitan Kerusuhan 22 Mei

Akademisi ULM, Fitri menambahkan, sebagai anak bangsa sangat tidak mengharapkan terjadinya ataupun ada yang melanggar konstitusi, padahal telah disepakati oleh semua elemen bangsa ini dari lembaga eksekutif legislatif yudikatif, semua sudah sepakat untuk melaksanakan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan tersebut.

“Kami meminta semua pihak terutama elit politik dapat menyelesaikan masalah dengan bijak,” tambah Ketua BEM UNU, Pratama. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved