Berita Banjarmasin

Badan Karantina Petanian Kemntan RI Lepas 100 Kubik Plywood Banjarmasin Tujuan Amerika

Sejumlah komoditi produk dari perusahaan di Kota Banjarmasin mendapatkan sertifikat ekspor dari Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian Indones

Badan Karantina Petanian Kemntan RI Lepas 100 Kubik Plywood Banjarmasin Tujuan Amerika
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Kepala Badan Karantina Pertanina Kementan RI, Ali Jamil memimpin pelepasan secara simbolis ekspor plywood PT Basirih Industrial ke Amerika. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Sejumlah komoditi produk dari perusahaan di Kota Banjarmasin mendapatkan sertifikat ekspor dari Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian Indonesia, melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin. Di antaranya ialah plywood dan daun gulinggang, Minggu (26/5/2019).

Pada moment yang sama, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil juga sekaligus melepas ekspor plywood di PT Basirih Industrial, Jalan Gubernur Suebardjo, Banjarmasin, Kalsel.

Ada sekitar 100 kubik plywood yang dilepas untuk kemudian diekspor pada acara tersebut. Tujuannya yakni Amerika.

Direktur Umum PT Basirih Industrial, Den Husaen menjelaskan, ekspor kali ini sebagai bentuk dorongan produk lokal yang menembus pasar global. Terlebih pihaknya sudah sejak lama mulai menjual produk lokal ke luar negeri.

Baca: KPK Melarang, Ternyata Masih Ada Kepala Daerah yang Bolehkan PNS Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Baca: LIVE Trans7 MotoGP Italia 2019 - Inilah Catatan Kelam Marquez, Kesempatan Rossi Berjaya di Kandang?

Baca: Fase Ke-3 Ramadhan 1440 H, Begini Tips Bertemu Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir, Ini Doanya

Ekspor produk ke Amerika ujar Husaen, sudah dilakukan sejak empat tahun terkahir. Namun sempat didapati kendala yakni adanya persaingan luar negeri.

Jelasnya, biaya pengiriman barang menjadi lebih besar dibanding negara lain. Kerena harus melalui berbagai proses. Lain halnya negara luar yang cukup pengiriman melalui container.

Lantas menangani hal tersebut, pihaknya terus meningkatkan kualitas dari plywood serta memastikan kedatangan barang selalu tepat waktu.

“Kalau di luar negeri itu mereka yang terpenting adalah tepat waktu,” jelas Husaen pascapelepasan yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Kementrian Pertanian RI, Ali Jamil, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Hj Ananda, Wali Kota Banjaramasin, Ibnu Sina dan Staf Ahli Gubernur Kalsel, serta Danrem 101/Antasari, Kol Inf M Syech Ismed tersebut.

Husaen menerangkan, semenjak berdirinya PT Basirih Industrial dan memproduksi plywood, sudah ada lima negara yang telah membeli produk tersebut. Tahun ini ujarnya, akan mulai menjajaki Negara Jepang dan beberapa negara di bagian Eropa.

Beberapa tahun terakhir jelasnya hasil produksi plwood di perusahaan itu yakni tujuh hingga sembilan ribu kubik. 80 persen di antaranya merupakan ekspor ke beberapa negara. Sementara bahan mentah dari plywood ujar Husaen saat ini mengambil dari sejumlah daerah. Di antaranya Kalteng, Kaltim dan Padang.

Ditanya apakah barang mentah masih cukup, Husaen menjelaskan, sejauh ini persedian kayu untuk pembuatan plywood sebutnya masih cukup aman. Persaingan di dunia industri dijelaskan Husaen hanyalah mengenai jarak.

Namun ia juga berharap perusahaan plywood di Indonesia akan tetap bisa bertahan. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir jelas Husaen, hampir semua perusahaan plywood mengalami hambatan dalam proses produksi. Karena adanya masalah negara.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved