Berita Batola

Guru SDN dan SMPN di Kabupaten Batola Ternyata Belum Terapkan Finger Print, Ini Alasannya

Dinas Pendidikan Kabupaten Batola belum ada rencana menerapkan absen elektronik atau finger print mulai tahun ajaran baru pada 15 Juli 2019 bagi guru

Guru SDN dan SMPN di Kabupaten Batola Ternyata Belum Terapkan Finger Print, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
SEORANG pegawai dinas pendidikan Banjarmasin sedang melakukan absen elektronik (finger print). Penerapan finger print ini akan diberlakukan pada tahun ajaran baru Juli mendatang untuk semua guru SD dan SMPN se-Indonesia, termasuk Banjamasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Batola belum ada rencana menerapkan absen elektronik atau finger print mulai tahun ajaran baru pada 15 Juli 2019 bagi guru SDN dan SMPN di kabupaten setempat.

“Untuk guru SDN dan SMPN belum ada rencana absen elektronik atau finger print. Malah informasinya belum sampai ke kita.kata tegas Lulut Widianto Putro, Kabid Pembinaan SMPN Dinas Pendidikan Kabupaten Batola, Minggu (26/5/19).

Menurut Lulu, penerapan absen elektronik kemungkinan baru di jenjang SMA. Jadi guru-guru masih absen manua. Untuk absen elektronik di dinas pendidikan Batola baru saja diterapkan untuk para pegawai.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Banjarmasin merencanakan mulai tahun ajaran baru pada 15 Juli mendatang semua guru SD dan SMP di Kota Banjarmasin akan diberlakukan finger print. Finger print ini bertujuan untuk mendisplinkan guru dalam mengajar.

Baca: Pengadaan Meja Kursi Siswa & Guru Tak Sesuai DPA, Dewan Saling Lempar Tanggung Jawab

Baca: Gubernur Kalteng Sugianto Tak Melarang ASN Mudik Pakai Modin, KPK: Jangan Pakai Fasilitas Dinas

Baca: ASN Kalteng Dilarang Menambah Cuti Sebelum & Sesudah Cuti Bersama. Sekda Ronda Saat Masuk Kerja

“Efektif pemberlakuan finger print ini pada 15 Juli yang akan datang, " kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi.

Menurut Nuryadi, guru-guru yang sudah mendapatkan dana sertifikasi nanti wajib absen datang dan pulang dari sekolah dengan finger print tersebut. Dengan finger print tersebut juga untuk mengetahui sejauh mana tingkat kehadiran guru di sekolah.

“Dengan mengetahui tingkat kehadiran guru di sekolah, diharapkan guru akan terpacu lebih disiplin untuk hadir tepat waktu dalam mengajar,” katanya.

Ditambahkanya, para guru yang sudah mendapatkan dana sertifikasi tentu harus menunjukan kedisipinan kedatangan dan kepulangan dari sekolah dengan alat finger print ini. Absen elektronik ini akan terhubung langsung ke data depodik Kementrian Pendidikan Nasional (kemendiknas).

“Jadi absen kehadirana guru SD dan SMP langsung terpantau oleh Kemendiknas di Jakarta,” katanya.

Ditambahkanya, dinas pendidikan sudah melakukan sosialiasi ke semua guru SD di Kota Banjarmasin terkait rencana penerapan absen elektronik ini, Setiap sekolah sudah diminta menganggarkan pembelian alat finger print tersebut.

“Kendala di lapangan bagi sekolah yang mempunyai siswa sedikit karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima juga sedikit. Dengan dana BOS sedikit, sekolah harus membeli alat finger print,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved