Berita Tanahlaut

Hanya Miliki Satu Skylift DPRKPLH Minta Maaf Pelayanan Lambat, Perbaikan PJU dan Penebangan Antre

Truk skylift yang biasa digunakan untuk perbaikan dan pemasangan PJU dan pemangkasan pohon ini satu-satunya dimanfaatkan DPRKPLH.

Hanya Miliki Satu Skylift DPRKPLH Minta Maaf Pelayanan Lambat, Perbaikan PJU dan Penebangan Antre
banjarmasinpost.co.id/milna
Pemangkasan pohon menggunakan truk skylift oleh petugas DPRKPLH Kabupaten Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sudah bertahun-tahun Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Tanahlaut memanfaatkan truk skylift satu-satunya milik Pemkab Tanahlaut.

Truk skylift yang biasa digunakan untuk perbaikan dan pemasangan PJU dan pemangkasan pohon ini satu-satunya dimanfaatkan DPRKPLH. Sementara luasan wilayah yang harus dijangkau untuk perkerjaan dengan skylift semua daerah di Tanahlaut.

"Semua wilayah Tanahlaut ya pakai skylift satu itu," ujar Kabid Tatakota dan Kebersihan DKRKPLH Kabupaten Tanahlaut Arif Setyawan kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (26/5/2019).

Akibatnya sebutnya tak semua permohonan masyarakat bisa terlaksana dengan cepat. Permintaan misalnya pemangkasan pohon dan perbaikan PJU harus antre karena armada yang hanya satu.

Baca: Tunjangan Petugas Bencana di Tanahlaut Bakal Ditambah, Begini Komentar Petugas Lapangan

"Kami minta maaf sering lambat dalam menanggapi permintaan masyarakat untuk pemangkasan pohon dan PJu karena keterbatasan armada," sebutnya.

Memang ujarnya permintaan warga akan pemangkasan pohon membludak hingga ke Kecamatan Tambang Ulang. Namun semuanya tak bisa dikerjakan cepat.

"Banyak permintaan, mulai dari pohon kering, bahkan milik pribadi juga minta bantuan ke kita," tambahnya.

Skylift yang kini dipakai para petugas terangnya juga sudah rusak-rusak. Namun karena sangat diperlukan untuk dua pokja yaitu PJU dan Pertamanan maka meskipun rusak tetap dipaksa jalan.

Pada dasarnya terang Arif armada untuk petugas standartnya harus diperbarui setiap lima tahun sekali. Namun saat ini armada selalu dipakai hingga benar-benar tak bisa digunakan.

Baca: Sebanyak 250 Pehafal Alquran Diwisuda, KH Zarkasy Akui Sulit Cari yang Hafal 30 Juz Dalam 1 Bulan

Meski begitu armada yang ada masih dimanfaatkan dengan maksimal dengan perawatan dari petugas sendiri. "Kita rawat sendiri saja masih, sebisa mungkin agar armada bisa terus digunakan hingga puluhan tahun," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved