Berita Banjarmasin

Komisi III DPRD Kalsel Soroti Kesiapan Akses Jalan Baru Bandara Syamsuddin Noor

Proses pengerjaan proyek pembangunan Bandara Syamsuddin Noor di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berlangsung dan ditargetkan bisa beroperasional

Komisi III DPRD Kalsel Soroti Kesiapan Akses Jalan Baru Bandara Syamsuddin Noor
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
H Riswandi, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Proses pengerjaan proyek pembangunan Bandara Syamsuddin Noor di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berlangsung dan ditargetkan bisa beroperasional di Bulan Nopember 2019.

Bangunan-bangunan fisik berupa gedung-gedung termasuk gedung terminal, fly over, masjid, tower ATC dan yang lainnya sudah dapat terlihat jelas perkembangannya.

Namun pesatnya perkembangan pembangunan bandara nampaknya belum diimbangi pengerjaan jalan akses bandara yang sepenuhnya maksimal.

Pasalnya, hal ini masih menjadi sorotan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.

Walaupun Pemerintah Provinsi melalui Dinas PUPR sudah mulai mengerjakan akses jalan Bandara dengan anggaran kurang lebih Rp 41 miliar, namun melalui paket-paket pekerjaan tersebut diprediksi belum dapat menyelesaikan secara sempurna akses jalan baru Bandara Syamsuddin Noor.

Baca: Live Indosiar! Cara Live Streaming PSIS Semarang vs Persija Jakarta Liga 1 2019, Kemenangan Perdana

Baca: Sikap Aurel Hermansyah Hingga Disebut Bos Kedua Oleh Karyawan Ashanty dan Anang Hermansyah

Baca: Jelang Barito Putera Vs Bhayangkara FC Liga 1 2019, Hasnuryandi: Barito Terhutang Lima Poin

Dijelaskan Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Riswandi, jika akses jalan belum sempurna selesai di saat bandara beroperasional, maka otomatis akses jalan lama menjadi alternatif utama.

Padahal menurutnya dengan alternatif tersebut Pemerintah kembali harus bekerja ekstra untuk berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk TNI Angkatan Udara.

"Cuma kalau jalan lama ini berarti harus ada koordinasi lagi dengan Angkatan Udara. Tapi ini juga seharusnya sifatnya hanya sementara dan harus punya jalan akses sendiri," kata H Riswandi.

Apalagi diperkirakan, jika nantinya resmi menjadi bandara internasional diprediksi arus pengguna jalan akses bandara Syamsuddin Noor akan lebih tinggi lagi.

Kembali lagi menurut H Riswandi, Pemerintah Daerah terkait khususnya Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarbaru harus lebih berusaha keras agar penyelesaian akses jalan bisa beriringan dengan kemajuan pembangunan bandara.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved