Bisnis Techno

''Simsalabim!'' Tiba-tiba Foto Kamu Jadi Video, Mau? Coba Gunakan Periset Samsung

Peneliti dari pusat riset Samsung di Moskow, Rusia menemukan cara baru menyulap foto menjadi video.

''Simsalabim!'' Tiba-tiba Foto Kamu Jadi Video, Mau? Coba Gunakan Periset Samsung
The Next Web
Tangkapan layar video yang dikreasi tim riset Samsung dengan teknologi baru mereka 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Peneliti dari pusat riset Samsung di Moskow, Rusia menemukan cara baru menyulap foto menjadi video. Cara ini agak sedikit berbeda dengan software deepfake yang membutuhkan banyak gambar dari subyek yang sama untuk membuat klip palsu.

Periset Samsung hanya membutuhkan satu foto saja yang dibantu dengan teknologi kecerdasan buatan. Temuan itu disebut tim Samsung dengan nama "realistic neural talking heads".

Sesuai namanya, sistem ini akan membuat sebuah foto wajah seolah-olah berbicara dengan gerakan wajah yang terlihat lebih realistik. Sistem ini menggunakan tahapan meta-learning yang sangat panjang.

Sistem akan mempelajari banyak video untuk menentukan bagaiama wajah manusia bergerak.
Data ini kemudian diaplikasikan untuk membuat foto tetap (still) menjadi video realistik.

Baca: Inilah Deretan Ponsel 5G yang Hadir di 2019, Dari Samsung, Oppo hingga Huawei, Segini Harganya

Baca: Horee! iPhone 6s Terbaru Dijual Cuma Rp5,5 Juta, Lebih Mahal dari Terdahulu Mencapai Rp 14,9 Juta

Baca: Ingin Miliki Oppo K3, Segini Perkiraan Dibanderol Harganya

Secara spesifik, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilalui. Pertama, sistem akan membuat "embedded network" yang terhubung dengan frame yang terkait dengan landmark alias ciri khas di wajah atau sektsa wajah dengan vektor.

Dari data itu, sistem akan membuat "generator network" untuk memetakan landmark ke video buatan. Terakhir, discriminator network akan memindai kerealistikan dan pose dari frame yang dihasilkan.

Tahapan mengubah foto menjadi video dengan sistem baru yang ditemukan tim riset Samsung

Tahapan mengubah foto menjadi video dengan sistem baru yang ditemukan tim riset Samsung(The Next Web)

Agak berbeda dengan video dari software deepfake, hasil video dari sistem ini mengurangi beberapa detail. Salah satu yang paling terlihat dari demo video yang ditampilkan adalah saat mengubah foto aktris dan penyanyi legendaris Marilyn Monroe.

Tampak dari hasil rendering video, tahi lalat ikonik sang diva menghilang saat berbicara. Hal itu dikarenakan video sintesis tersebut dimiripkan dengan siapapun yang menjadi acuan gerakan wajah, tidak harus subyek yang sama.

Itu lah mengapa pada video Mona Lisa yang juga muncul di video demo, gambar yang bergerak seakan seperti orang yang berbeda.

Tim riset Samsung mengatakan, penemuan terbaru mereka bisa diaplikasikan untuk multimedia seperti telepresence, vidoeconference, dan game multi player, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Minggu (26/5/2019).

Kemampuan AI untuk membuat video palsu macam ini belakangan menjadi sorotan karena bisa dipakai untuk menyebarkan kabar bohong. Misalnya, dengan membuat video porno yang seolah-olah dibintangi selebriti, atau memalsukan rekaman video tokoh politik.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved