Kriminalitas Internasional

2 Hari, Irak Vonis Mati 4 Anggota ISIS asal Perancis, Merzoughi Minta Ampun ke Rakyat Irak

Pengadilan Irak kembali menjatuhkan hukuman mati kepada warga Perancis yang terbukti bersalah dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

2 Hari, Irak Vonis Mati 4 Anggota ISIS asal Perancis, Merzoughi Minta Ampun ke Rakyat Irak
tribunnews.com
Ilustrasi hukuman mati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BAGHDAD - Pengadilan Irak kembali menjatuhkan hukuman mati kepada warga Perancis yang terbukti bersalah dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Mustapha Merzoughi menjadi warga Perancis keempat yang mendapat vonis mati. Sebelumnya yang sudah mendapat vonis adalah Kevin Gonot, Leonard Lopez, dan Salim Machou.

Sebelum memberi vonis, hakim menuturkan berdasarkan bukti dan keterangan dari saksi, terungkap bahwa Merzoughi bergabung dan bekerja bersama ISIS.

"Saya tidak bersalah karena melakukan kejahatan atau pembunuhan. Satu-satunya kejahatan saya adalah pergi ke Suriah," keluh Merzoughi dikutip AFP Senin (27/5/2019).

Mengenakan seragam tahanan berwarna oranye, pria berusia 37 tahun itu meminta pengampunan kepada rakyat Irak, Suriah, Perancis, maupun keluarga korban.

Kepada penyelidik Merzoughi mengungkapkan dia pernah bertugas di kemiliteran Perancis antara 2000 sampai 2010. Termasuk penugasan di Afghanistan pada 2009.

Baca: Pengakuan Ayu Ting Ting Dapat Parcel Lebaran Dari Luna Maya, Teman Ivan Bantah Ini

Baca: Jelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Siagakan 24 Jam 37 SPBU se Kalimantan di Jalur Mudik dan Wisata

Baca: LIVE TVRI! Live Streaming Aston Villa vs Derby County di Final Play OFF Divisi EFL Championship

Di Perancis, dia hidup di Toulouse yang juga kota tempat tinggal kakak beradik teroris Fabien serta Michel Clain yang mengklaim serangan Paris 2015 dan terbunuh di Suriah.

Melewati Belgia dan Maroko, pria keturunan Tunisia itu mengaku mendapatkan "pelatihan baik religius maupun militer" yang berlokasi di utara Suriah.

Rekan senegaranya Fodhil Tahar Aouidate seharusnya juga disidang Senin. Namun ditunda hingga 2 Juni setelah dia diduga dihajar saat di dalam penjara.

Aouidate berangkat ke Suriah pada 2013. Setelah itu dia bergabung dengan ISIS keesokan harinya. Demikian keteragan dari pengadilan Perancis.

Ketika 130 orang tewas dalam serangan yang diklaim ISIS, Aouidate muncul di video propaganda dan mengaku sangat puas karena melihat merka menderita.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved