B Focus Urban Life

Ada 300 Lebih Rumah Walet di Kecamatan ini, Tak Satu pun Pengusahanya yang Bayar Pajak

Dipaparkannya, berdasarkan perda No 10 Tahun 2011 tentang pajak daerah, para pengemplang pajak walet di Batola yang bandel bisa dipidanakan

Ada 300 Lebih Rumah Walet di Kecamatan ini, Tak Satu pun Pengusahanya yang Bayar Pajak
BPost Cetak
B Focus edsi cetak Senin (27/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dipaparkannya, berdasarkan perda No 10 Tahun 2011 tentang pajak daerah, para pengemplang pajak walet di Batola yang bandel bisa dipidanakan dan diancam pidana kurungan.

Tentu langkah hukum ini akan ditempuh setelah ada sosialiasi, dan surat teguran tak dihiraukan.

Dari pengintaian BP2RD, sambung Ardiasyah, beberapa pengusaha sangat kenyang dengan hasil panen walet dan sampai saat ini tidak memberikan sepersepun pajak walet kepada Pemkab Batola.

Baca: Batola Bisa Dapatkan Pajak Rp 1 Miliar Lebih dari Rumah Walet, Tim Gabungan akan Melakukan ini

Baca: Respons Tak Terduga Ariel NOAH Ditanya Soal Nasib Uki Sebagai Gitaris Band NOAH, Apakah Hengkang?

Baca: Reaksi Tak Terduga Ayah Hilda Vitria Soal Mantan Billy Syahputra Itu Akui Pernah Nikahi Kriss Hatta

Diakui Ardiansyah, saat ini di Kecamatan Kuripan ada sekitar 300 lebih bangunan sarang walet dan tidak ada satu pun yang berizin.

Dari jumlah populasi rumah sarang burung Walet di Kecamatan Kuripan, tampaknya usaha sarang burung walet di kecamatan setempat berkembang dan sering panen.

“Sayangnya, tak ada satu pun pengusaha walet dari Kecamatan Kuripan yang mau membayar pajak 10 persen setiap kali panen,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved