Berita HST

Azhar Telat Bayar BPJS, Tunggakan Peserta Mandiri ke BPJS Cabang Barabai Mencapai Segini

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan dengan BPJS Kesehatan cabang Barabai untuk pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC)

Azhar Telat Bayar BPJS, Tunggakan Peserta Mandiri ke BPJS Cabang Barabai Mencapai Segini
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Pelayanan BPJS Kesehatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah melaksanakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan dengan BPJS Kesehatan cabang Barabai untuk pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC), pada 10 Mei lalu. Kini, warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah berbondong mendaftarkan diri sebagai peserta UHC ke BPJS Kesehatan.

Tak kurang dari 100 antrean setiap harinya untuk warga mendaftarkan diri dan keluarganya untuk menjadi peserta UHC. Seperti halnya di BPJS Kesehatan cabang Barabai pada Senin (27/5/2019), BPJS Kesehatan dipenuhi warga yang hendak mendaftar UHC.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tercatat ada 106.830 yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui UHC.

Meski banyaknya yang terdaftar menjadi peserta UHC, namun sebagian warga ada yang masih tercatat sebagai peserta mandiri.

Baca: Jelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Siagakan 24 Jam 37 SPBU se Kalimantan di Jalur Mudik dan Wisata

Baca: Gelar Aksi Sosial, Koramil dan Polsek Amuntai Utara Kompak Lakukan Kegiatan Ini

Baca: Blak-blakan Reino Barack Akui Pernah Kelaparan Hingga Ungkap Sosok Nyeleneh Syahrini

Sayangnya, dari semua peserta mandiri tak semuanya rutin membayar iuran ke BPJS. Tercatat hingga bulan Mei 2019 ada 1.635 peserta yang menunggak.

Tak tanggung-tanggung tunggakan mencapai Rp 1.115.007.120.

Peserta yang sempat menunggak adalah Azhar. Peserta BPJS Kesehatan asal warga Barabai tersebut merupakan peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 1.

Azhar mengaku telat membayar BPJS satu bulan. Jumlah tanggungan yang ia tanggung ada tiga orang. Sehingga untuk satu bulan ia harus membayar Rp 240 ribu per bulan.

"Iya saya sempat telat. Bulan depan nanti saya lunasi," ujarnya.

Ia mengaku iuran yang belum terbayar karena persoalan ekonomi. "Saya tidak pernah menunggak baru bulan ini," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala cabang BPJS Kesehatan Barabai, Chohari, mengatakan warga yang menunggak bisa saja pindah ke UHC. Dengan catatan segala tunggakannya dilunasi.

Baca: Contoh Ucapan Selamat Lebaran 2019 untuk Idul Fitri 1440 H

Baca: Contoh Ucapan Selamat Lebaran 2019 untuk Idul Fitri 1440 H

Selain itu, peserta yang UHC wajib menerima tidak bisa naik kelas rawat inap.

Dijelaskannya, peserta yang menunggak secara otomatis BPJS Kesehatannya non aktif. Namun, jika dilunasi maka akan aktif kembali.

"Kalau rawat jalan tak masalah. Tapi kalau rawat inap ada dendanya. Rinciannya 2,5 persen kali bulan tunggakan dikali biaya rawat inap," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved