B Focus Urban Life

Bangunan Sarang Walet Minimal 50 Meter dari Rumah Penduduk, Kenyataan yang Terjadi seperti ini

Kabid Retribusi dan Pajak Daerah Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola, Ali Akbar menambahkan, ada aturan yang menyebutkan

Bangunan Sarang Walet Minimal 50 Meter dari Rumah Penduduk, Kenyataan yang Terjadi seperti ini
BPost Cetak
B Focus edsi cetak Senin (27/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kabid Retribusi dan Pajak Daerah Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola, Ali Akbar menambahkan, ada aturan yang menyebutkan sarang burung walet minimal 50 meter dari rumah penduduk agar aman.

Kenyataan di lapangan, rumah sarang burung walet itu menyatu rumah warga.

Pendapat berbeda diutarakan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batola, Alfian Noor.

Menurutnya, sebenarnya lokasi peternakan walet dengan rumah penduduk menyatu tidak masalah asalkan kedap udara.

Baca: Ada 300 Lebih Rumah Walet di Kecamatan ini, Tak Satu pun Pengusahanya yang Bayar Pajak

Baca: Respons Tak Terduga Ariel NOAH Ditanya Soal Nasib Uki Sebagai Gitaris Band NOAH, Apakah Hengkang?

Baca: Penyebab Syahrini Bertingkah Aneh di TV Dibongkar Reino Barack, Masa Lalu Suami Incess Terungkap

Kepala Satpol PP Kabupaten Batola, Anjar Wijaya, siap menertibkan ratusan bangunan walet tak berizin di 17 kecamatan sepanjang ada rekomendasi dari BP2RD kabupaten setempat dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Iya tanpa rekomendasi dari BP2RD) dan DPMPTSP, kita tak bisa menertibkan rumah walet tak berizin. Kami tak bisa bertindak langsung sehingga karena dikuatirkan komplain dari dinas lain. Masalah bangunan walet tak berizin itu harus keputusan tim,” tegas Anjar.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved