Berita Banjarmasin

Habib Banua Dicecar 13 Pertanyaan, ini Penjelasan Kuasa Hukum

Habib Abdurrahman Bahasyim atau yang dikenal sebagai Habib Banua kembali mendatangi Mapolda Kalsel, Senin (27/5/2019) siang tadi.

Habib Banua Dicecar 13 Pertanyaan, ini Penjelasan Kuasa Hukum
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Habib Banua saat tertangkap kamera awak media keluar dari kantor Ditreskrimum Polda Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Habib Abdurrahman Bahasyim atau yang dikenal sebagai Habib Banua kembali mendatangi Mapolda Kalsel, Senin (27/5/2019) siang tadi.

Didampingi seorang pengacaranya, Zamrony, S. H. Mkn, kedatangannya itu bukan hanya melanjutkan laporan melainkan juga menjalani pemeriksaan.

Zamrony, S. H. Mkn, selaku kuasa hukum Habib Banua mengatakan ada sekitar 13 pertanyaan yang dicecar penyidik terhadap kliennya, Senin siang itu.

Kemudian dari 13 pertanyaan itu, dijawab dengan lancar dan baik oleh Habib Banua, sebelum ia pun tampak melenggang berjalan keluar Ditreskrimum Polda Kalsel.

"Betul, ada sekitar 13 pertanyaan yang tadi disampaikan penyidik dan dijawab oleh klien kami. Dan dari pertanyaan itu sudah dijawab dengan baik," ujarnya.

Baca: Pasca Pembakaran Warungnya, Usma Malah Bisa Bertemu Jokowi di Istana, Dikasih Baju dan Modal Usaha

Baca: Penampakan Ashanty dan Millendaru Buka Puasa Bareng, Istri Anang Hermansyah Sudah Berdamai?

Baca: Panduan & Niat Zakat Fitrah Sambut Idul Fitri 1440 H, Ini Cara Hitungnya Menurut Ustadz Abdul Somad

Baca: Alasan Andre Taulany Bersyukur Sempat Diistirahatkan Isi Acara TV, Teman Sule Bisa Lakukan Hal Ini

Baca: Hari Ini dan Besok Matahari di Atas Kabah, Begini Cara Mengecek Arah Kiblat

Selain memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan, pada kesempatan itu menurut Zamrony pihaknya juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti atas dugaan tindak pidana, yang dilakukan A.

Barang bukti itu diantaranya meliputi hasil screenshoot percakapan di seluler dan sejumlah pemberitaan yang semula memojokkan kliennya di beberapa media.

"Jadi panggilan ini adalah buntut laporan balik kami terhadap Adhariani terkait penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik terhadap klien kami," jelasnya.

Terlebih dengan telah diketahuinya keputusan Bawaslu pada 23 Mei lalu, tentang penghentian laporan salah satu Calon DPD RI Provinsi Kalsel itu, Zamrony juga yakin langkah yang diambil pihaknya telah tepat.

"Jadi dengan demikian, apa yang disampaikan (laporkan) yang bersangkutan cenderung politis. Dan itu juga didukung juga oleh Bawaslu. Nah, karena laporan itu tadi tidak benar, maka sekarang tinggal giliran kami yang melayangkan laporan," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved