Idul Fitri 1440 H

Jelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Siagakan 24 Jam 37 SPBU se Kalimantan di Jalur Mudik dan Wisata

Demi kelancaran distribusi BBM & LPG, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 21 Mei 2019 sampai dengan 21 Juni 2019.

Jelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Siagakan 24 Jam 37 SPBU se Kalimantan di Jalur Mudik dan Wisata
Dari Pertamina untuk BPost
Satgas Pertamina bersiap melakukan penyiagaan antisipatif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat dan kelancaran distibusi BBM & LPG di wilayah Kalimantan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan mengambil langkah antisipatif terhadap peningkatan konsumsi masyarakat akan BBM & LPG di wilayah Kalimantan.

Demi kelancaran distribusi BBM & LPG, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 21 Mei 2019 sampai dengan 21 Juni 2019.

Pada Idul Fitri 2019, kebutuhan BBM diprediksi akan mengalami peningkatan sejak H-7 untuk gasoline. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM, Pertamina MOR VI melakukan beberapa hal.

General Manager Pertamina MOR VI, Boy Frans J Lapian menuturkan, pertamina menyiagakan 37 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur mudik dan wisata beroperasi selama 24 jam mulai dari H-7 sampai dengan H+3.

Baca: Penutupan Ramadhan Thafizh School, Siswa MDIM Lancar Bacahkan Surah

Baca: Blak-blakan Reino Barack Akui Pernah Kelaparan Hingga Ungkap Sosok Nyeleneh Syahrini

Baca: Bantu Ibu Hamil Melahirkan, Hesty : Bahagianya itu masya Allah

Untuk di Kalimantan Timur terdapat 13 SPBU, Kalimantan Tengah 7 SPBU, Kalimantan Selatan 16 SPBU, dan 11 SPBU untuk Kalimantan Barat. SPBU di jalur strategis tersebut diintruksikan untuk mempunyai buffer stock sehingga tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU.

"Peningkatan stok premium secara keseluruhan di wilayah Kalimantan sebesar 7 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 3.293 KL/hari menjadi 3.539 KL/hari. Untuk Kalimantan Selatan, peningkatan stok premium diprediksi sebesar 7 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 1.062 KL/hari menjadi 1.137 KL/hari," urainya seperti dalam rilis yang diterima Banjarmasinpost.co.id, Senin (27/5/2019).

Selain itu, secara umum konsumsi gasoil di wilayah Kalimantan turun 4,5 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 2.629 KL/hari dari 2.752 KL/hari.

Berbeda untuk wilayah Kalsel, konsumsi gasoil diprediksi meningkat sebanyak 14 persen dibandingkan konsumsi normal bulanan atau sekitar 664 KL/hari menjadi 755 KL/hari.

Kemudian peningkatan stok pertamax di wilayah Kalimantan sebesar 2 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 562 KL/hari menjadi 574 KL/hari. Untuk Kalsel, konsumsi Pertamax meningkat sebesar 2 persen selama bulan Ramadan dibandingkan dengan konsumsi normal bulanan atau sekitar 221 KL/hari dari 215 KL/hari.

Peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg pada Idul Fitri tahun 2019 telah diantisipasi dengan meningkatkan 6 persen dari rata-rata normal bulanan sekitar 33.120 Metrik Ton dari konsumsi normal bulanan yaitu 31.320 Metrik Ton untuk wilayah Kalimantan.

Satgas Pertamina bersiap melakukan penyiagaan antisipatif terhadap peningkatan konsumsi
Satgas Pertamina bersiap melakukan penyiagaan antisipatif terhadap peningkatan konsumsi (Dari Pertamina untuk BPost)

Penguatan stok LPG telah dilakukan dari awal bulan Mei dengan penambahan fakultatif melalui dua tahap yaitu Tahap I pada 3 Mei -15 Mei 2019 dan Tahap II sejak 15 Mei – 31 Mei 2019.

Baca: Kabag Organisasi Tala Sebut Bajuin Plaza Tetap Jadi Mall Pelayanan

Baca: Turun ke Jalan, Kapolres Balangan Ikut Bagikan Takjil dan Beri Imbauan Keselamatan untuk Pengendara

Penambahan alokasi fakultatif Tahap I yaitu 1.186 Metrik Ton (395.360 tabung) dan penambahan fakultatif pada Tahap II yaitu 1.126 Metrik Ton (375.200 tabung). Penyaluran ini telah disalurkan ke 231 agen dan 8.061 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

"Untuk wilayah Kalsel, penambahan fakultatif Tahap I sebanyak 279 Metrik Ton (92.960 tabung) dan penambahan fakultatif Tahap II sebanyak 216 Metrik Ton (72.240 tabung)," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved