Ramadhan 1440 H

KPR Subsidi dari Pengembang Indonesia Telah Terealisasi 30 Persen dari Target 3000 Unit

Geliat Kredit Perumahan Rakyat (KPR) subsidi sedikit alami penuruan selama bulan suci Ramadan. Tidak hanya itu KPR komersial pun juga demikian.

KPR Subsidi dari Pengembang Indonesia Telah Terealisasi 30 Persen dari Target 3000 Unit
DPP Pengembang Indonesia Kalsel
DPP Pengembang Indonesia Kalsel menggelar kegiatan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada para tukang becak yang ada di sekitaran Banjarmasin, bertempat di Swissbell Hotel Borneo, Banjarmasin, Jumat (24/5/2019) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Geliat Kredit Perumahan Rakyat (KPR) subsidi sedikit alami penuruan selama bulan suci Ramadan. Tidak hanya itu KPR komersial pun juga demikian.

Ketua DPD Pengembang Indonesia (PI) Kalimantan Selatan (Kalsel), HM Nur Suriadi mengatakan, hingga memasuki semester 1 akhir 2019 penjualan KPR masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah mencapai 30 persen dari target.

"Target selama 2019 ini sebanyak 3000 unit terjual dan sudah terealisasi 30 persennya. Kami pun optimis setelah lebaran nanti penjualan bisa kembali normal serta alami kenaikan hingga target tercapai," ucapnya seperti dalam rilis yang diterima Banjarmasinpost.co.id.

Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela kegiatan buka puasa bersama para tukang becak yang ada di sekitaran Banjarmasin, bertempat di Swissbell Hotel Borneo, Banjarmasin, Jumat (24/5/2019) lalu.

Baca: Pengakuan Ayu Ting Ting Dapat Parcel Lebaran Dari Luna Maya, Teman Ivan Bantah Ini

Baca: Jelang Idul Fitri 1440 H, Pertamina Siagakan 24 Jam 37 SPBU se Kalimantan di Jalur Mudik dan Wisata

Dalam kesempatan itu, selain berbuka puasa bersama, PI Kalsel juga menyalurkan bantuan berupa 30 paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak, serta yang saku bagi para tukang becak tersebut.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPP PI, Barkah Hidayat. Dia mengatakan, pemerintah bakal segera merilia harga baru untuk rumah FLPP.

"Tentunya ini akan menambah keuntungan bagi pengembang sendiri. Kenaikannya tidak signifikan, hanya sebesar enam persen saja atau sekitar Rp 100-200 ribu per unit," tukasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved