Berita Internasional

Lempar Telur ke Kepala PM Australia, Perempuan Muda Ini Resmi Jadi Terdakwa

Amber Holt, perempuan yang melemparkan telur ke kepala Perdana Menteri Australia Scott Morrison saat berkampanye beberapa waktu lalu, resmi dijadikan

Lempar Telur ke Kepala PM Australia, Perempuan Muda Ini Resmi Jadi Terdakwa
ABC News/Adam Kennedy
Amber Holt diamankan petugas setelah melemparkan telur ke kepala PM Morrison. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CANBERRA - Amber Holt, perempuan yang melemparkan telur ke kepala Perdana Menteri Australia Scott Morrison saat berkampanye beberapa waktu lalu, resmi dijadikan terdakwa di Pengadilan Albany, Australia Barat.

PM Morrison saat itu sedang berbicara dengan pendukungnya dalam kampanye pemilu bersama organiasi Country Women's Association (CWA) awal Mei lalu.

Perempuan berusia 24 tahun itu didakwa melakukan penyerangan. Dia juga kedapatan memiliki obat terlarang setelah melemparkan telur ke kepala PM Morrison.

Polisi menemukan ganja ketika melakukan pemeriksaan terhadap Holt. Dia telah ditahan sejak peristiwa pada 7 Mei itu.

Dalam persidangan pada Senin (27/5/2019), Holt mengaku bersalah atas kepemilikan narkoba. Namun, pengacaranya mengatakan terdakwa masih akan berkonsultasi mengenai tuduhan penyerangan.

Telur yang dilemparkan tersebut tidak pecah. Meski demikian. seorang perempuan berusia 70 tahun terjatuh dalam insiden tersebut.

Baca: Hotel Terapung Sangat Canggih, Tinggal Buka Map Lalu Secara Otomatis Menuju Lokasi yang Dinginkan

Baca: Cuplikan Gol & Hasil Arema FC vs Persela Lamongan Liga 1 2019, Skor 3-2, Pesta Gol di Babak Pertama

Baca: Belum Usulkan Nama Calon Wakil Bupati, DPRD HST Tanyakan Ini ke Pemkab

Holt sekarang dibebaskan dengan jaminan, dan akan diajukan lagi ke Pengadilan Albany pada Juli 2019.

Menurut polisi, Holt berjalan di belakang Morrison dan melemparkan telur yang mengenai kepala pria berusia 51 tahun itu.

Dalam insiden tersebut, Morrison lebih mengkhawatirkan keadaan seorang perempuan lansia bernama Margaret Baxter, yang terjatuh karena keributan yang ditimbulkan.

"Saya membantu dia berdiri dan memeluknya," kata Moorison di akun Twitternya.

Di hari kejadian, Baxter mengatakan dia terjatuh terduduk namun tidak mengalami kesakitan.

"Saya baru saja mengalami operasi di bagian perut, sehingga saya memegang bagian perut untuk memastikan tidak terkena pukulan atau injakan," katanya.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COMka Yasinta

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved