Ramadhan 2019

Mutiara Ramadhan : Menebar Damai

Nafsu yang tidak dikendalikan akan menjadikan hidup selalu gelisah dan arah yang tidak menentu, serta menjauhkan dari ketenangan atau kedamaian.

Mutiara Ramadhan : Menebar Damai
capture/banjarmasin post
DR Mutohharun Jinan MAG 

Oleh :
DR Mutohharun Jinan MAG
Dosen Pascasarjana UNS Solo

BANJARMASINPOST.CO.ID - HIDUP dalam suasana damai merupakan dambaan semua makhluk sepanjang zaman. Manusia merindukan dan memperjuangkan kedamaian agar hidup dalam kebahagiaan.

Begitu juga hewan, membutuhkan kedamaian untuk kelangsu­ngan hidup dalam habitatnya. Berbagai aktivitas manusia dilakukan demi mendapatkan hidup dalam suasana yang damai dan aman.

Ada yang bekerja keras untuk memperoleh kedamaian secara pribadi dan untuk mendapatkan kedamaian dalam dirinya sendiri. Ada juga berjuang untuk kedamaian bersama dalam tata hidup bermasyarakat.

Bahkan, tidak sedikit orang yang sukarela mengorbankan dan mengabdikan hidupnya menyebarkan perdamaian antarsesama manusia. Dalam perjua­ngan untuk perdamaian seringkali mendapat tenta­ngan.

Ada orang yang dipengaruhi oleh nafsu jahatnya terjerumus dalam prilaku yang bertolak belakang dengan spirit perdamaian. Dalam kitab suci disebutkan, satu di antara tanda hamba Allah yang Maha Kasih adalah senantiasa menyebar salam (kedamaian).

Disebutkan, “Apabila disapa (diejek) orang jahil mereka mengatakan ‘salam’.” (QS. Al-Furqan/25: 64). Dalam ayat ini dirangkai dua sikap yang berbeda yaitu jahil (bodoh) dan salam (damai).

Jahil secara literal berarti bodoh atau tidak tahu. Dalam ayat tersebut kata jahil mengisyaratkan adanya prilaku mengganggu yang dapat merusak hubungan sosial.

Hamba Allah yang dikasihi merespons prilaku jahil seperti cacian, makian, ejekan secara santun, dan tidak terprovokasi. Dalam pergaulan sosial memang selalu ada pihak yang sengaja atau tidak sengaja berperan sebagai pecundang.

Namanya pecundang, prilakunya mengarah pada kekacauan di masyarakat. Prilakunya cenderung menimbulkan kerusakan bukan perbaikan, cenderung destruktif bukan produktif.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved