Berita Tanahbumbu

NEWSVIDEO - KSM Bina Banua Desa Baroqah Tanahbumbu Hasilkan Kerajinan Tangan dari Sampah

Sampah identik dengan barang kotor, tidak bagi belasan orang pekerja yang bekerja di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bina Banua sekaligus pengelola

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sampah identik dengan barang kotor, tidak bagi belasan orang pekerja yang bekerja di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bina Banua sekaligus pengelola Bank Sampa di Desa Baroqah, Tanahbumbu.

Bagi belasan pekerja KSM Bina Banua, beragam aroma bau dari bermacam jenis sampah yang ditumpuk di area kerja. Bukan menjadi kendala, sebaliknya tumpukan sampah menjadi sumber penghasilan sangat menjanjikan.

Memang unik, di antara tumpukan sampah yang mereka kais. Hampir semuan jenis sampah memiliki nilai ekonomis. Mulai sampah organik dan organik, hingga sampah lainnya setelah melalui proses pemilahan.

Sampah-sampah bernilai ekonomis langsung dipisahkan dan dibuat ke dalam karung. Sedangkan sampah organik diproses dibuat kompos.

Bagi pekerja di KSM Bina Banua, hampir semua jenis sampah memiliki nilai ekonomis. Karena hampir semua jenis sampah dapat mereka olah menjadi barang bermanfaat.

Bekas popok bayi misalnya, pekerja yang dikomandoi Abu Herman, seorang inisiatir asa Bandung, Jwa Barat ini ternyata punya segundang inspirasi.

Baca: Ribuan Pemudik Penuhi KM Dharma Kartika IX, Ini Rincian Jumlah Penumpang Sesuai Daftar Manifes

Baca: Lebaran Idul Fitri 1440 H, Puskesmas Bakal Siagakan Petugas untuk Pelayanan Kesehatan di Banjarmasin

Baca: Contoh Ucapan Selamat Lebaran 2019 untuk Idul Fitri 1440 H

Popok bekas bayi setelah melalui proses pengelohan. Menghasilkan berbagai kerajinan, mulai pot bunga dan jenis barang lainnya.

Abu menjelaskan, proses pembuatan pot bunga dari bahan bekas popok bayi tidak lama, sehari sudah selesai.

Cukup simple, popok bagi yang sudah dibersihkan. Lalu direndam dalam air semen. Setelah semua menyatu, kemudian dikeringkan.

"Proses pengeringannya jangan langsung kena sinar matahari karena bisa retak. Setelah kering baru dicat. Gampang kan prosesnya," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved