B Focus Urban Life

Ratusan Rumah Walet Tersebar di Batola, 708 Bangunan Masih Liar

Pemkab Batola mengancam akan mempidanakan para pengemplang pajak walet di Bumi Selidah.

Ratusan Rumah Walet Tersebar di Batola, 708 Bangunan Masih Liar
BPost Cetak
B Focus edsi cetak Senin (27/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pemkab Batola mengancam akan mempidanakan para pengemplang pajak walet di Bumi Selidah.

Upaya jalur hukum itu ditempuh lantaran para pengusaha walet masih enggan membayar pajak, meskipun pemkab sudah melakukan sosialisasi, penagihan hingga teguran.

Baca: Penyebab Syahrini Bertingkah Aneh di TV Dibongkar Reino Barack, Masa Lalu Suami Incess Terungkap

Baca: Penyebab Maia Estianty Beri Rumah untuk Mulan Jameela Dibongkar, Tapi Begini Sikap Ahmad Dhani

Baca: Simak 10 Tips Berkendara Aman dan Nyaman, Agar Perjalanan Mudik Lebaran Jadi Menyenangkan

“Sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang pajak daerah, Pemkab Batola bisa mengambil langkah hukum mempidanakan para pemilik rumah walet di Batola yang mencapai lokasi 792 titik,” tegas Ardiansyah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Batola, Minggu (26/5).

Menurut Ardiansyah, sesuai data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batola, rumah burung walet itu 792 lokasi dan sebanyak 708 bangunan sarang walet di 17 kecamatan di Batola itu liar.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved