Berita Banjarmasin

Sejarah Kalsel, Dua Tokoh Karate Banua Masuk Kepengurusan PB FORKI

Di kepengurusan Marsekal TNI Hadi Tjahyanto ini, Johan Supit masuk di Bidang Komisi Organisasi Daerah dan Perguruan, sedang Marudut di komisi Litbang.

Sejarah Kalsel, Dua Tokoh Karate Banua Masuk Kepengurusan PB FORKI
ist/marudut
Marudut Tampubolon dan Johan Supit 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Dua nama tokoh karate Banua dari Forki Kalsel versi AD/ART Johan Joo Supit dan Marudut Tampubolon masuk jajaran Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI).

Di kepengurusan Marsekal TNI Hadi Tjahyanto ini, Johan Supit masuk di Bidang Komisi Organisasi Daerah dan Perguruan sementara Marudut di komisi Litbang.

Johan Supit mengatakan cukup bangga bisa dipercaya masuk di kepengurusan PB Forki sebab dia dan Marudut orang pertama Banua masuk di organisasi karate Nasional.

Untuk masuk dalam organisasi yang mayoritas ditempati petinggi militer dengan pangkat bintang ini, cukup sulit bagi tokoh di daerah.

"Ini merupakan sejarah dan cukup membanggakan oleh sebab itu kami berdua mohon dukungannya agar bisa amanah menerima jabatan ini," kata Ketua Forki Kalsel versi AD/ART ini, Minggu (26/5/2019) malam.
Jihan dan Marudut kini sejajar dengan Panglima TNI untuk mengurus dan mengembangkan olahraga karate di Indonesia.

Baca: Karate KONI Banjarmasin Cup, 28-30 Juni 2019, Bakal Diikuti 700 Peserta dari Kalselteng

Sebagai tugas awal usai dilantik nanti kata Johan sesuai dengan tugasnya di komisi dia ingin menyelesaikan dualisme kepengurusan yang ada didaerah.

"Saat ini ada beberapa di daerah yang kepengurusannya ganda yakni Papua, NTT, Jateng dan Kalsel sendiri," lanjut dia.

Khusus untuk Kepengurusan NTT yang beda pendapat dengan KONI setempat kepengurusannya sudah selesai begitu juga dengan Papua.

"Tinggal Kalsel dan Jateng saja lagi yang rumit," ujar dia.

Johan menambahkan dalam waktu satu bulan kedepan targetnya kepengurusan Forki Kalsel akan segera diselesaikan.

"Saya juga sebagai ketua Forki Kalsel versi AD/ART sudah mengirimkan surat mediasi namun belum direspon Forki Kalsel Sahbirin Noor," kata Johan.

Baca: Penyebab Maia Estianty Beri Rumah untuk Mulan Jameela Dibongkar, Tapi Begini Sikap Ahmad Dhani

Akibat dualisme dikepengurusan Forki Kalsel ini pula maka berbagai kegiatan kejuaraan nasional belum bisa disetujui PB Forki seperti gelaran kejuaraan Panglima Cup yang rencananya bakal dihelat di Banjarmasin.

"Kejuaraan apapun belum boleh digelar sebelum kepengurusan dualisme selesai," pungkas dia. (Banjarmasinpost.co.id/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved