Berita Tanahlaut

Sering Dikeluhkan Sepi Pengunjung, Ini yang Bakal Dilakukan Dinas Pariwisata di Patung Sapi

Keluhan sepi pengunjung warung sudah lama dilontarkan para pedagang rest area Taman Patung Sapi Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Sel

Sering Dikeluhkan Sepi Pengunjung, Ini yang Bakal Dilakukan Dinas Pariwisata di Patung Sapi
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Para pedagang rest area Patung Sapi Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keluhan sepi pengunjung warung sudah lama dilontarkan para pedagang rest area Taman Patung Sapi Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan. Sempat akan diterapkan sewa warung rest area ke pedagang juga membuat gejolak pedagang.

Banyak yang mengeluhkan jika diterapkan sewa Rp 10 ribu per hari dianggap berat karena sepinya pengunjung.

Salah satu pedagang, Amriati misalnya. Ia mengajak penghasilan warung di rest area memang tak menentu. Ia yang berjualan minuman dan makanan ringan serta mie rebus ini mengaku tak banyak pengunjung yang datang membeli barang dagangannya.

"Sehari bisa tiga orang, bisa juga lebih, kalau sepi sekali bisa tidak ada yang belanja," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id Senin (27/5/2019).

Terlebih saat Ramadan kini ungkapnya pengunjung juga makin sepi. Padahal harga makanan yang dijual sebutnya sudah standar seperti warung di tempat lain.

"Memang sudah sepi karena orang kadang singgah buat ke WC nya saja atau orang bawa bekal sendiri. Lagian sekarang kan warungnya di dalam tidak seperti dulu yang di tepi jalan," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - Guru Honor di Kalteng Ditangkap Lantaran Menyebarkan Berita HOAX Menghina Presiden

Baca: 3 Siswa SMPN 1 Banjarmasin, Raih Peringkat UNBK 2019 Terbaik, Kepsek: Ikut Program Cerdas Istimewa

Baca: SESAAT LAGI! Jadwal Buka Puasa (Azan Maghrib) 22 Ramadhan, Senin 27 Mei 2019 Jakarta & Kota lainnya

Tak hanya Amriati, Sahlun mengatakan juga sepi. Jika Pemkab Tanahlaut menerapkan biaya sewa Rp 10 ribu per hari ia mengaku berat untuk penghasilan pedagang yang tak menentu.

"Sekarang kalau mereka hitung penghasilan kami kotor yang mungkin besar saja, tiga kali orang minum teh dengan roti misalnya Rp 5 ribu, tiga orang berarti Rp 15 ribu, tapi kan itu belum potong modal, dan keuntungannya sisa berapa lagi," jelasnya.

Ia berharap ada inovasi yang dilakukan Pemkab Tanahlaut agar rest area patung sapi bisa seramai dahulu sebelum penataan. Dengan itu baik pedagang dan Pemkab Tanahlaut merasa diuntungkan.

Sementara Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut, Riva Mahrani mengatakan memang pihaknya sudah merencanakan penataan rest area patung sapi untuk oera pedagang. Tak hanya akan menerapkan biaya sewa ke pedagang, ia mengatakan juga akan mendukung agar penghasilan para pedagang menjadi lebih besar sehingga biaya sewa tak menjadi beban bagi pedagang.

Pihaknya ujar Riva akan menambah fasilitas rest area dengan wahana bermain anak, paving blok dan saluran serta jembatan menuju Musala. Dengan itu pengendara yang melintas lebih senang mampir di rest area dan berbelanja di sana.

"Insyaallah tahun depan bakal kita tambah semoga bisa menambah daya tarik pengunjung," ujarnya.

Saat ini rest area juga sudah memiliki fasilitas Musala dan WC. Sehingga pengunjung yang kebanyakan pengendara yang melintas terang Riva memilih singgah di rest area. Namun masih adanya keluhan pengunjung sepi terangnya memandikan Dinas Pariwisata berinisiatif untuk membantu menambah jumlah kunjungan dengan penambahan fasilitas.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved