Berita Banjarmasin

Gelar Rampcheck Jelang Mudik Lebaran, BPTD Wilayah XV Kalsel Temukan 60 Bus Tidak Lulus Pemeriksaan

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV K menggelar rampcheck pada sejumlah AKAP di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar

Gelar Rampcheck Jelang Mudik Lebaran, BPTD Wilayah XV Kalsel Temukan 60 Bus Tidak Lulus Pemeriksaan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
BPTD Wilayah XV Kalsel melakukan rampcheck pada sejumlah AKAP di Terminal KM 6 Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Sejak tanggal 22 Mei 2019 kemaren, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan menggelar rampcheck (inspeksi keselamatan) pada sejumlah AKAP di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Bekerjasama dengan sejumlah instansi dan lembaga, mereka memeriksa puluhan armada khususnya bus yang ada di Terminal KM 6 Banjarmasin dan penyedia AKAP di Banjarmasin serta Kabupaten Banjar.

Pemeriksaan tersebut belangsung hingga 27 Mei 2019 kemaren. Hasilnya, ada 60 unit bus yang dinyatakan tidak lolos dalam rampcheck tersebut.

Disampaikan oleh Kasi Sarana dan Prasarana BPTD Wilayah XV Kalsel, Supriyanto menerangkan, ada 98 unit bus yang dilakukan pemeriksaan, baik fisik maupun administrasi. 38 di antaranya dinyatakan lolos, karena memenuhi persyaratan.

Baca: Idul Fitri 1440 H atau Lebaran 2019 Ditetapkan Jatuh 5 Juni 2019 oleh Muhammadiyah, Bagaimana NU?

Baca: Gelar Kejurprov JUli 2019, Bola Tangan Cari Atlet Jelang Pra Pon

Baca: Rahasia Luna Maya Bisa Sering Liburan ke Luar Negeri Dibongkar Ayu Dewi, Ternyata Ini Tips Iritnya

Pihaknya pun juga menempelkan stiker laik jalan pada armada yang sudah dinyatakan lolos dalam rampcheck tersebut.

“Target awal kami untuk rampcheck sejumlah 90 unit, dari lebih 150 unit AKAP yang terdaftar. Ternyata setelah diperiksa, ada 98 unit bus yang operational,” jelas Supriyanto.

Ia menerangkan, sejumlah AKAP yang dinyatakan tidak lolos rupanya karena kelengkapan administrasinya yang kurang. Dari KIR yang habis masa berlaku, serta izin trayek yang tidak diperpanjang, SIM mati, bahkan tidak bisa memperlihatkan STNK.

Selain itu ada pula kendala tekhnis lainnya, yakni rem yang bermasalah, kondisi lampu yang sudah tidak memenuhi standar, serta tidak adanya APAR dan perlengkapan P3K di dalam bus tersebut.

Penyelenggaan rampcheck terhadap AKAP ujar Supriyanto ialah untuk mensosialisasikan kepada para pengguna jasa maupun pada pemilik kendaraan dan khususnya  awak armada angkutan umum tentang keselamatan dalam berkendara.

“ Jadi intinya dan rampcheck itu kami melihat secara visual kondisi kendaraan mengenai kondisi tekhnis layak atau tidaknya untuk beroperational,” ucap Supriyanto.

Mereka yang dinyatakan tidak lolos sebut Supriyanto harus mengulang kembali rampchek setelah diperiksa perelngkapan fisik yang emmangs eharusnya diganti.selain itu juga mengurus KIR, SIM dan STNK serta izin trayeknya dan kartu pengawasan.

Baca: Dua Pekan Gelar Operasi Sikan Intan, Polres Banjarbaru Ungkap Pencurian Rumah Hingga Jambret

Baca: Harga Murah Kaus Syahrini Setelah Istri Reino Barack Sukses Jual Mukena, Lihat Kata-kata Uniknya!

Selain mengimbau kepada pengemudi mengenai kelengkapan angkutan, Supriyanto juga menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih angkutan saat mudik.

Jelasnya, pihak BPTD Wilayah XV Kalsel sudah memberikan stiker laik jalan pada setiap bus yang lolos uji. Stiker itu bisa terlihat di bagian kaca depan bus. Sehingga pengguna jasa angkutan bisa memilih armada yang dinaiki untuk keamanannya.

“Stiker itu bisa dijadikan semacam pertimbangan  oleh penumpang untuk dapat memilih kendataan yang sudah memenuhi unsur standar keselamatan,” tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved