Jalan Terjal Seniman Banua

Imam Buka Warung Pinggiran ''Warkop Mukaram'' di Sela-sela Aktivitas Sebagai Pegiat Seni Banua

Pegiat seni/sastra Banua ini sejak sekitar sebulan lalu meretas usaha kuliner kecil-kecilan di wilayah pinggiran di Kota Banjarmasin.

Imam Buka Warung Pinggiran ''Warkop Mukaram'' di Sela-sela Aktivitas Sebagai Pegiat Seni Banua
banjarmasinpost.co.id/idda royani
SANTAI -┬áKalangan penyuka kopi santai sambil bercengkerama di Warkop Mukaram.._wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TIAP manusia selalu berharap roda kehidupan berputar cepat dan lancar. Namun hal yang diingini tak selamanya sesuai ketetapan Illahi Robbi.

Ketika hal itu terjadi, apa saja akan dilakukan karena roda kehidupan harus tetap berdetak dan berputar meski lamban. Peras keringat dan banting tulang pun rela dilakukan.

Begitulah yang kini dialami Imam Bukhori. Pegiat seni/sastra Banua ini sejak sekitar sebulan lalu meretas usaha kuliner kecil-kecilan di wilayah pinggiran di Kota Banjarmasin.

Menyewa kios sederhana di kawasan Sungaiandai (depan Kompleks PWI), Imam membuka warung kopi (warkop). Bangku dan meja pengunjung pun juga cuma berupa bangku memanjang dari papan kayu.

Baca: Pemeran Mukaram di Film Pangeran Antasari, Imam Bukhori Tetap Sabar Meski Honor Paspasan

Baca: Imam Bukhori All Out Perankan Tokoh Antagonis, Mukaram Sengkuni di Zaman Kesultanan Banjar

Baca: Pegiat Seni Asal Balangan Ini Bangga Ikut Main Film Banjar : Pangeran Antasari

Di tempat itu, Imam menjalankan usaha sendirian. Pasalnya, sang istri dan kedua anaknya tetap berada di kediaman mereka di Kabupaten Balangan. Sementara anak sulungnya kuliah di Jakarta.

Meski sederhana dan berada di lokasi pinggiran, tapi warkop yang diberi nama Mukaram itu nyaris tak pernah sepi dari pengunjung. Walau tak terlalu ramai, namun selalu ada pengunjung yang datang.

"Alhamdulillah, saya selalu bersyukur atas nikmat yang Maha Kuasa dalam kondisi bagaimana pun," ucap Imam, Senin (27/05/2019).

SANTAI - Kalangan penyuka kopi santai sambil menikmati kopi di Warkop Mukaram.
SANTAI - Kalangan penyuka kopi santai sambil menikmati kopi di Warkop Mukaram. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Harga aneka rasa kopi yang sangat bersahabat dengan kantong menjadi daya tarik tersendiri, selain memang cita rasanya yang oke. Dan, seorang Imam sebagai pegiat seni juga menjadi faktor tersendiri pula yang mampu jadi magnit.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved