Berita Banjarmasin

Ini Pandangan Dosen Muda Soal Busana Pengantin Banjar Dimata Kalangan Milineal

Busana pengantin Banjar di era milenial, tetap mencirikan nilai-nilai budaya adat Banjar yang sarat makna, arti perlambang hingga ciri khas unik.

Ini Pandangan Dosen Muda Soal Busana Pengantin Banjar Dimata Kalangan Milineal
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Dosen Pendidikan Sejarah FKIP ULM Mansyur SPd Mhum 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN -KAUM milenial memandang pakaian pengantin Banjar terlihat trendy, sesuai dengan konteks kekinian. Dengan modifikasi, tetap bisa beradaptasi perkembangan zaman.
Contohnya, busana adat Banjar dimodifikasi dengan hijab atau busana internasional.

Keberadaan busana pengantin Banjar di era milenial, tetap mencirikan nilai-nilai budaya adat Banjar yang sarat makna, arti perlambang hingga ciri khas unik.

Hal ini diungkapkan satu Dosen Pendidikan Sejarah FKIP ULM Kalsel Mansyur, S.Pd, M.Hum. Menurut dosen muda ini dalam perkembangannya busana pengantin adat Banjar memang mengalami pergeseran bentuk yang sangat signifikan dengan modifikasi.

Sebagai perbandingan, misalnya mahkota yang dipakai atau amar-nya bentuknya bukan pertemuan dua ekor naga tapi mahkota pengantin Eropa yang jelas sangat berbeda baik dipandang dari filosofi, makna hingga essensinya.

Baca: Desakan Aurel Hermansyah Pada Verrell Bramasta Ceritakan Natasha Wilona Hingga Ria Ricis

Suku Banjar di Kalimantan Selatan terdiri dari tiga subetnis berbeda, yakni pahuluan, batang banyu, dan kuala. Ketiga sub-etnis ini disebut dengan orang Banua dan dikenal memiliki kreasi kebudayaan yang unik dan penuh makna. Satu diantaranya tercermin dalam busana adat pengantin.

Baik di kampung maupun di kota, busana adat pengantin Banjar masih digunakan dalam perhelatan pernikahan mereka. Meskipun busana adat tersebut telah mengalami penambahan mode dan assesoris di era milenial, namun realitas ini mencerminkan bahwa orang Banjar di era milenial tetap peduli dalam menjaga tradisi leluhur mereka.

Secara umum busana adat pengantin Banjar terdiri dari tiga jenis, yaitu bagajah gamuling baular lulut, ba’amar galung pancaran matahari, dan babajukun galung pacinan. Akan tetapi secara khusus, dalam perkembangannya terdapat tambahan jenis babaju kubaya panjang.

Busana jenis keempat ini merupakan perkembangan busana adat pengantin Banjar di era modern, dan biasanya dengan tambahan jilbab atau hijab untuk pengantin perempuannya.

Ketiga jenis busana adat pengantin ini memiliki asal-usul perbedaan yang jauh, baik dari sisi wujud, assesoris, warna, tata cara pemakaian, maupun makna simbolnya. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan terciptanya ketiga busana tersebut.

Baca: Kaltengpedia- Fasilitas Jemaah Haji Kalteng di Asrama Haji Al Mabrur Palangkaraya Makin Ditingkatkan

Terlepas dari kontroversi yang ada, perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa leluhur Banjar memiliki daya cipta yang kaya. Busana adat pengantin Banjar menjadi ciri identitas kebudayaan orang Banjar yang berkepribadian terbuka terhadap perkembangan hingga era milenial atau kekinian.

Halaman
12
Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved