Berita Tanahbumbu

Kreativitas KSM Bina Banua Desa Baroqah Tanbu, Kelola Sampah, Sulap Bekas Popok Jadi Pot Bunga

Sampah organik mereka proses hingga menjadi kompos. Sedangkan sampah nonorganik diolah hingga menjadi barang yang bernilai jual.

Kreativitas KSM Bina Banua Desa Baroqah Tanbu, Kelola Sampah, Sulap Bekas Popok Jadi Pot Bunga
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bina Banua sekaligus pengelola Bank Sampa di Desa Baroqah, Tanahbumbu. 

BANJARMASIN.CO.ID, TANAHBUMBU - Sampah identik dengan barang tak berguna dan kotor. Namun tidak demikian halnya bagi belasan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bina Banua yang juga pengelola Bank Sampah di Desa Baroqah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanahbumbu.

Bau dari berbagai sampah tak menghalangi mereka bekerja. Hasilnya, tumpukan sampah yang dikumpulkan justru menjadi sumber penghasilan sangat menjanjikan.

Di tangan mereka hampir semua jenis sampah memiliki nilai ekonomis. Mulai sampah organik dan nonorganik.

Sampah organik mereka proses hingga menjadi kompos. Sedangkan sampah nonorganik diolah hingga menjadi barang yang bernilai jual.

Bekas popok bayi misalnya. Berkat kreativitas anggota kelompok yang dipimpun Abu Herman, inisiatir asa Bandung, Jawa Barat, popok bekas itu menjadi berbagai kerajinan seperti mulai pot bunga. Tentu saja popok yang diambil bukan yang bekas BAB (buang air besar).

Baca: Ayah Korban Kerusuhan 22 Mei 2019 Bawa 32 Bukti, Desak Pemerintah Usut Kematian Anaknya

Pembuatan pot bunga dari bekas popok itu pun tidak lama, sehari selesai. Cukup simple, pertama popok dibersihkan lalu direndam dalam air semen. Selanjutnya bahan dimasukkan dalam cetakan dan dikeringkan.

“Proses pengeringannya jangan langsung kena sinar matahari karena bisa retak. Setelah kering baru dicat. Gampang kan prosesnya,” kata Abu.

Meski demikian, sementara ini kerajinan tersebut belum bisa dipasarkan.

Tak hanya popok bekas, kulit bawang putih pun bisa disulap jadi barang kerajinan atau hiasan dinding seperti pigura. Seperti juga popok, kulit bawang juga dikeringkan terlebih dahulu. Selanjutnya kulit bawang diproses dan dibentuk.

“Kalau kerajinan dari kulit bawang ini sempat dipamerkan pada Expo Tanahbumbu kemarin,” ujarnya.

Abu tidak menyangka hasil karya KSM Bina Banua tersebut mendapat perhatian banyak pengunjung. Bahkan beberapa kerajinan terjual. “Cukup tinggi, laku Rp 350 ribu perbuah,” ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved