Ramadhan 2019

Mutiara Ramadhan : Sujud dan Berdiri

Sujud merupakan gerakan ke bawah yang serendah-rendahnya. Sedangkan berdiri adalah gerakan tegak ke atas setingi- tingginya.

Mutiara Ramadhan : Sujud dan Berdiri
capture/banjarmasin post
DR Mutohharun Jinan MAG 

Oleh: Mutohharun Jinan MAG
Dosen Pancasarjana UMS Solo

BANJARMASINPOST.CO.ID - DALAM Alquran disebutkan orang disayang Allah Yang Maha Kasih dan mendapat pahala besar adalah mereka yang mau mengingat Allah, bersujud dan berdiri pada malam. “Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS Al-Furqan/25: 64).

Sujud dan berdiri adalah dua gerakan dalam ibadah salat. Sujud merupakan gerakan ke bawah yang serendah-rendahnya. Sedangkan berdiri adalah gerakan tegak ke atas setingi- tingginya.

Orang-orang yang sujud dan berdiri (salat tahajud) di waktu malam inilah yang disebut orang menghidupkan malam.

Menghidupkan malam dengan salat tahajud, khususnya pada bulan Ramadan sangat dianjurkan setelah pada siang hari kaum muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Salat tahajud menjadi ibadah tambahan (nafilah) bagi kaum muslim untuk meningkatkan kualitas keimanannya, dan dapat mengangkatnya pada kedudukan yang mulia.

Dilihat dari segi waktu pelaksanaannya, salat tahajud berbeda dengan salat-salat lainnya yang dikerjakan pada siang. Tahajud dilaksanakan pada malam, dan yang paling utama pada sepertiga malam terakhir, di saat kebanyakan orang tidur pulas.

Namun juga dapat dilaksanakan setelah isya atau salat tarawih sebagiamana kebanyakan dilakukan kaum muslim. Secara khusus Tuhan menggembirakan hamba-Nya yang gemar tahajud.

Tahajud dapat mengantarkan pada pribadi yang unggul, mengangkat manusia pada tempat yang mulia. “Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra/17: 79).

Kemuliaan bagi orang yang salat secara ikhlas dan khusuk di dunia adalah ketenangan hati. Salat yang berisi doa-doa itu pada dasarnya untuk mengingat Allah dan hanya melalui mengingat Allah hati menjadi tenang.

Allah sumber dan yang membawa ketenangan hati manusia, karena itu manusia diperintah supaya mendirikan shalat untuk mengingat Dia. Intensitas kebermaknaan ibadah salat akan lebih terasa jika pelaku menyadari ibadah itu sebagai kebutuhan, bukan kewajiban semata.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved