Berita Banjarmasin

Operasi Ketupat Intan 2019, 725 Personil Polda Diturunkan, Termasuk Pantau Titik Perbelanjaan

Dalam apel yang diikuti anggota TNI, Dinas Perhubungan, Basarnas dan lainnya ini hadir langsung Kapolda Irjen Yazid Fanani dan para pejabat utama Pold

Operasi Ketupat Intan 2019, 725 Personil Polda Diturunkan, Termasuk Pantau Titik Perbelanjaan
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kapolda saat pantau pasukan saat gelar Operasi Ketupat Intan 2019 di Polresta Banjarmasin, Selasa (28/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Jajaran Polda Kalimantan Selatan menggelar Apel Gabungan Operasi Ketupat Intan 2019 di halaman Mapolda Kalimantan Selatan, Selasa (27/5/2019).

Dalam apel yang diikuti anggota TNI, Dinas Perhubungan, Basarnas dan lainnya ini hadir langsung Kapolda Irjen Yazid Fanani dan para pejabat utama Polda.

Usai gelar pasukan Irjen Yazid mengungkapkan pada pperasi ini untuk Polda Kalsel mengerahkan sebanyak 725 personil. Dan untuk titik-titik kerawanan untuk parsial di Kalimantan Selatan tentunya di pusat-pusat perbelanjaan, kemudian rawan macet di semua jalur, titik lelah sopir yang mengemudikan kendaraan jarak jauh.

Dan hal ini jadi prioritas pengamanan pihaknya dan juga nantinya mendirikan pos-pos pengamanan yang diisi oleh anggota dan juga melibatkan tenaga medis.

Baca: 12 Tanda Hadirnya Malam Lailatul Qadar di Malam Ganjil Pada Ramadhan 1440 H

Baca: Polda Turunkan 200 Personel Dibantu Tim Gabungan Amankan Arus Mudik Tahun ini

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Banua menjelang akhir Ramadan dimana di pusat-pusat pertokoaan akan meningkat aktivitas perbelanjaan agar jangan berpakaian berlebihan, karerna bisa mengunndang kejahatan.

"Bagi yang mengemudikan kendaraan pada jarak jauh untuk mengunjungi sanak famili pastikan betul kendaraan sudah siap uintuk digunakan untuk jarak jauh," paparnya.

Sebelumnya dalam sambutan Kapolri Jendral Tito Carnavian yang dibacakan Lapolda mengatakan
Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, dari Rabu (29/5/2019) dinihari sampai Senin (10/6/2019) memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya.

Operasi Ketupat Tahun 2019 akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun2019.

"Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks.

Sejalan dengan hal tersebut, berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas berupa aksi serangan teror, baik kepada  masyarakat maupun kepada personel dan markas Polri.

Baca: Pria ini Pilih Mudik Menggunakan Sepeda Motor dengan Jarak Tempuh 6 Jam

Baca: Imam Buka Warung Pinggiran Warkop Mukaram di Sela-sela Aktivitas Sebagai Pegiat Seni Banua

Berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme. Aksi intoleransi dan kekerasan, seperti aksi sweeping oleh ormas gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara.

Permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok; ddan bencana alam, tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam Operasi Ketupat Tahun 2019," kata Kapolda saat membacakan amanan Kapolri.(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved