Berita HST

Polres HST Gelar Pasukan Operasi Ketupat, Ini Jumlah Personel yang Diturunkan

Mendekati lebaran Idul Fitri tahun 2019, jajaran Polres HST menggelar Upacara Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2019

Polres HST Gelar Pasukan Operasi Ketupat, Ini Jumlah Personel yang Diturunkan
Humas Polres HST
Penyematan pita tanda operasi Ketupat Intan 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI, BARABAI - Mendekati lebaran Idul Fitri tahun 2019, jajaran Polres Hulu Sungai Tengah melaksanakan Upacara Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2019 bersama instansi terkait di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Selasa (28/5/2019), di halaman Polres Hulu Sungai Tengah.

Gelar pasukan ini dimulai denga pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda operasi secara simbolis.

Operasi ketupat rencananya dimulai sejak Rabu (29/50/2019)  hingga 10 Juni mendatang.

Tak tanggung-tanggung, untuk pengamanan operasi keketupat ada 190 personel gabungan.

Rinciannya, 150 dari Polres Hulu Sungai Tengah, enam personel dari TNI, enam personel dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, enam personel dari Dinas Kesehatan, Satpol PP ada enam personel, asuransi Jasa Raharja satu personel, organisasi orari tiga personel, dan pramuka ada 12 personel.

Baca: Kedapatan Bawa Sabu Pria Pengangguran Asal Barabai Utara Diamankan Polisi

Baca: Jelang Idul Fitri 1440 H, Danrem Berbagi Takjil dan Amplop untuk Abang Becak dan Warga Kurang Mampu

Baca: Alasan Andre Taulany Kembali Mengisi Acara TV Setelah Vakum, Teman Sule Sebut Masalah Finansial

Selain itu, Polres Hulu Sungai Tengah juga sudah memetakan daerah rawat kemanana dan rawan kecelakaan.

Untuk rawan kecelakaan ada empat titik yakni di Desa Haur Gading Kecamatan Batang Alai Utara. Jalan sepanjang satu kilometer ini tercatat oleh Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah sebagai kawasan  rawan kecelakaan. Terlebih kawasan ini memiliki tikungan sedang sepanjang satu kilometer tepatnya di kilometer. Jalan ini memiliki lebar 6,5 meter. 

Selain itu, daerah rawan ada di Desa Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara. Jalan dengan lebar 6,5 meter tersebut memiliki tikungan tajam sepanjang 150 meter tepat di kilomter 143. 

Jalan rawan lainnya, di Jalan Abdul Muis Redhani Kecamatan Barabai. Berbeda dengan kawasan lainnya yang memiliki tikungan. Jalan ini justru lurus dan dianggap rawan di kilometer 165 sepanjang 1,5 kilomter. 

Terakhir, di Desa Barikin Kecamatan Haruyan. Jalan ini memiliki tikungan tepat di kilometer 151.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved