Berita Banjarmasin

Realisasi Anggaran Biaya Pemilu 2019 KPU Kalsel Capai Kisaran Rp 85 Miliar

Rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah selesai dengan berakhirnya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi

Realisasi Anggaran Biaya Pemilu 2019 KPU Kalsel Capai Kisaran Rp 85 Miliar
banjarmasinpost.co.id/acm
Basuki, Sekretaris KPU Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah selesai dengan berakhirnya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Kalsel, Sabtu (11/5/2019).

Pemilu Tahun 2019 di Kalsel melibatkan lebih dari 2,8 juta Pemilih dan ribuan penyelenggara ad hoc Pemilu baik sebagai penyelenggara maupun pengawas Pemilu.

Ternyata, gelaran Pemilu 2019 di Kalsel untuk memilih Calon Presiden dan Wakilnya, Calon Anggota DPD maupun Calon Anggota Legislatif memakan biaya kurang lebih Rp 85 miliar.

Dijelaskan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel, Basuki, realisasi penggunaan dana penyelenggaraan Pemilu 2019 tersebut kurang lebih 75 persen dari total kucuran dana anggaran dari KPU RI sebesar kurang lebih Rp 110 miliar.

Baca: Simak 5 Hidangan Penggugah Selera buat Menemani Ketupat Saat Lebaran Idul Fitri, Ini Resepnya

Baca: Terkuak Billy Syahputra yang Buat Hilda Vitria Tak Pulang Kembali Bersama Kriss Hatta

Baca: Bisakah Wanita Haid Raih Malam Lailatul Qadar di Ramadhan 1440 H? Ini 3 Amalannya

Baca: Protes Reino Barack Pada Masakan Syahrini Saat Makan Sahur Ramadhan 1440 H

Sedangkan sisa dana sekitar Rp 25 miliar menurut Basuki dikembalikan ke KPU RI.

Realisasi penggunaan anggaran Pemilu 2019 di Kalsel yaitu pada pos pengeluaran biaya honor penyelenggara ad hoc Pemilu.

"Paling besar honor, karena itu pasti dikeluarkan. Jumlah KPPS saja sekitar 9000 an tenaga ad hoc belum lagi PPS dan PPK di kali dengan jumlah Kecamatan," kata Basuki.

Jika dibandingkan dengan usulan anggaran Pilkada 2020 di Kalsel sebesar kurang lebih Rp 150 miliar, realisasi anggaran Pemilu 2019 di Kalsel jauh lebih sedikit.

Dijelaskan Basuki lagi, hal tersebut disebabkan karena banyak pos anggaran keperluan Pemilu 2019 seperti logistik Pemilu 2019 termasuk surat suara, formulir-formulir, kotak suara dan yang lainnya langsung diadakan oleh KPU RI.

Sehingga pengeluaran di daerah lebih pada pengeluaran honor penyelenggara, biaya persiapan pemungutan suara ulang dan yang lainnya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved