Kriminalitas Regional

Begini Firasat Driver Ojek Online Sebelum Menjadi Korban Keganasan Begal, 3 Kali Mimpi Motor Hilang

Driver ojek online di Bandar Lampung bernama Dedi Suherman (31) menjadi korban pembegalan penumpangnya pada Sabtu

Begini Firasat Driver Ojek Online Sebelum Menjadi Korban Keganasan Begal, 3 Kali Mimpi Motor Hilang
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Menurut Herman, sebelum dibegal ia sempat mengantar keponakannya ke Bypass Jalan Soekarno-Hatta. Ia jadi korban pembegalan penumpangnya pada Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 21.00 WIB. Dia dibegal di di depan PKOR Way Halim. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LAMPUNG - Driver ojek online di Bandar Lampung bernama Dedi Suherman (31) menjadi korban pembegalan penumpangnya pada Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 21.00 WIB. Dia dibegal di di depan PKOR Way Halim.

Akibat kejadian tersebut, sepeda motor Yamaha Vixion yang baru dicicil tiga bulan dengan nopol BE 4994 DC berikut ponsel dan dompetnya raib dibawa pelaku. Nyawanya juga hampir melayang.

Herman, panggilan akrabnya, merasa sudah memiliki firasat buruk sebelum kejadian. Dia mengaku sudah tiga kali mimpi motornya hilang.

Berikut penuturan Herman, sang driver ojek online yang jadi korban begal di Bandar Lampung.

"Jadi awalnya saya dapat motor Yamaha M3. Kemudian saya jual,laku Rp 7 juta, dan ganti Yamaha Vixion," kata Herman, Minggu (26/5/2019), seperti dikutip dari Tribun Lampung.

"Vixion itu harganya Rp 13 juta. Makanya saya leasing-in BPKB-nya buat (bayar) cicilan," imbuhnya.

Baca: Wajah Aneh Syahrini Bikin Reino Barack Begini, Rambut Suami Incess di Rumah Jadi Sorotan

Baca: Sempat Heboh karena Mualaf, Lindswell Kwok Bagikan Kabar Bahagia, Atlet Wushu Peraih Emas Pamer Ini

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu (29/5/2019), Semen Padang vs Persib, Tira Persikabo vs PSM

Selama tiga bulan mencicil tersebut, Herman mengaku sudah tiga kali pula ia bermimpi motornya hilang.

"Saya mimpi motor itu ilang tiga kali. Pertama di Indomaret, kedua di pom bensin dibobol. Terakhir dipinjem enggak balik-balik. Jadi itulah, semalam itu kejadiannya dipinjem enggak balik-balik," paparnya.

Menurut Herman, sebelum dibegal ia sempat mengantar keponakannya ke Bypass Jalan Soekarno-Hatta. Sesampai di Bypass, Herman mendapatkan order di sekitar PJR ke kafe.

Dicegat pria gondrong bertopi

Keluar dari kafe, dia dihentikan seorang pria. Cirinya, tinggi, berambut gondrong dan mengenakan kemeja lengan panjang dan topi.

Pria itu meminta tolong kepada Herman untuk diantar ke rumah orangtuanya di kawasan Rajabasa yang sedang sakit. Herman pun bersedia mengantar ke Islamic Center dengan alasan kasihan.

Di depan pintu gerbang PKOR, penumpang tersebut minta turun sebentar untuk kencing.

"Saya liat posisi ngebalik ke arah PKOR. Kencing, enggak mungkin ngeliat. Jadi saya main HP. Pas saya naruh HP ke tangki, jaket saya ditarik sama dikalungin pisau," kata Herman.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved