Aksi 22 Mei

Dilengkapi Senjata Api Jenis ini, Ada Kelompok yang Ingin Menciptakan Martir di Aksi 22 Mei

Sisriadi tak berhasil ditemui pada acara buka puasa bersama awak media di Balai Media TNI, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, kemarin.

Dilengkapi Senjata Api Jenis ini, Ada Kelompok yang Ingin Menciptakan Martir di Aksi 22 Mei
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (29/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hingga kini belum didapat konfirmasi dari Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi.

Sisriadi tak berhasil ditemui pada acara buka puasa bersama awak media di Balai Media TNI, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, kemarin.

Konfirmasi melalui WhatsApp dan telepon juga tak dijawab.

Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Senin (27/5), mengungkap adanya kelompok pihak ketiga yang ingin menciptakan martir dalam aksi penolakan hasil Pilpres pada 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta.

Baca: Muzdalifah Ngaku Ingin Jual Rumahnya Rp 50 Miliar, Istri Fadel Islami Juga Siap Bagi-bagi Warisan

Baca: Pecatan TNI Dibayar Ratusan Juta Menghabisi Empat Pejabat Tinggi, ini Pengakuan Istri Tersangka

Baca: Viral! Atta Halilintar Jadi Soal Ujian Anak SD, Bagaimana Teman Aurel Hermansyah Bisa di Soal UKK?

Baca: Kekesalan Luna Maya pada Raffi Ahmad Gara-gara Suami Nagita Slavina Singgung Soal Ayu Ting Ting

Polisi pun telah menetapkan enam tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Polisi juga menyita empat senjata api ilegal yang dilengkapi amunisi.

Senjata api itu adalah jenis revolver Taurus kaliber 38, senpi rakitan laras panjang Meyer, serta dua senjata rakitan laras pendek caliber 22.

Saat memberi keterangan, Irjen Iqbal didampingi Wakil Kapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati.

Laksma TNI Tunggul Suropati pun memperlihatkan revolver Taurus caliber 38, sedangkan Iqbal memperlihatkan senjata laras panjang.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved