Mereka Bicara

Mewaspadai Penyakit Ikan pada Musim Kemarau

Indonesia adalah negara tropis yang dikenal dengan memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

Mewaspadai Penyakit Ikan pada Musim Kemarau
Banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Petambak ikan di Sungai Alang menunjukkan banyak ikan yang mati akibat berkurangnya debit air di Sungai Alang, Kamis (23/8/2018). 

Oleh: NUR’AINI MUSLIMAH SPI, Analis Laboratorium Balai KIPM Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Indonesia adalah negara tropis yang dikenal dengan memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan di Indonesia terjadi karena bertiupnya angin musim barat dan terjadi antara bulan September dan bulan Maret.

Musim hujan di Indonesia berlangsung antara bulan Oktober sampai bulan Februari. Berlangsungnya musim kemarau di Indonesia bersamaan dengan bertiupnya angin musim timur dan terjadi antara bulan Maret sampai bulan September. Namun pada bulan Maret dan September, ada kemungkinan hujan tetap turun karena gerakan angin yang tidak menentu.

Musim kemarau di Indonesia kebanyakan berlangsung antara bulan April sampai bulan September. Ketika musim kemarau berlangsung, kelembaban udara cenderung sangat rendah.

Pada saat musim kemarau biasanya perbedaan udara antara siang dan malam hari terkadang sangat ekstrim, dimana sering terjadi pada siang hari intensitas cahaya matahari sangat tinggi yang mengakibatkan panas dan pada malam hari udara bisa berubah jadi dingin yang mengakibatkan kelembaban udara rendah.

Keadaan ini akan berdampak pada kondisi perairan umum, tambak dan kolam. Dimana keadaan perairan secara umum akan mengalami keadaan yang juga berdampak terhadap perubahan suhu air, oksigen terlarut yang tersedia di air dan arus balik dari dasar perairan atau upwelling.

Pada musim kemarau secara umum debit air akan berkurang, dimana secara tidak langsung akan membuat kondisi air akan mudah teraduk dan mengakibatkan ikan mengalami tingkat strees yang tinggi.

Penyakit Bercak Merah
Pada musim kemarau pembudidaya ikan harus mewaspadi munculnya penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit pada ikan merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh para pembudi daya ikan karena berpotensi menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Penyakit ikan adalah hal yang sangat ditakuti oleh pembudidaya ikan, penyakit akan muncul diantaranya karena padatnya penebaran, kualitas air, suhu. Penyakit ikan khususnya bakteri akan muncul disaat kondisi suhu yang tidak baik, mengakibatkan kondisi perairan tidak baik juga dan berdampak pada sirkulasi air tidak lancar. Salah satu bakteri yang bisa muncul pada saat perubahan suhu yang drastis adalah bakteri Aeromonas hydrophilla.

Berapa ahli masih memperdebatkan patogenitas atau tingkat penyerangan bakteri Aeromonas hydrophila terhadap ikan yang diserangnya. Sebagian besar berpendapat bahwa penyerangan bakteri ini bersifat pathogen pada ikan tawar dan sebagian hanya berpendapat bahwa Aeromonas hydrophila hanya bakteri penyerang sekunder saja. Misalkan pada ikan Mas (Cyprinus carpio L) yang terserang virus Koi Herpes Virus (KHV) biasanya bakteri Aeromonas hydrophila muncul sebagai penyerang atau insfeksi sekunder.

Bakteri Aeromonas hydrophilla dikenal dengan istilah penyakit bercak merah atau dikenal dengan nama Motile Aeromonas Septicemia sering menyerang ikan air tawar, seperti ikan mas (Cyprinus carpio L), ikan Lele (Clarias sp), ikan Nila (Oreochromis niloticus), ikan Gurame (Osphonemus gouramy) dan ikan Patin (Pangasius sp).

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved