Berita HSS

Taksi Colt L 300 Tak Naikkan Tarif Angkutan Saat Lebaran, Pengguna Jasa di Hulu Sungai Makin Menurun

Menurunnya pengguna jasa angkutan umum taksi colt L 300 jurusan Hulu Sungai- Banjarmasin, membuat para sopir angkutan tak lagi merasakan masa “panen”

Taksi Colt L 300 Tak Naikkan Tarif Angkutan Saat Lebaran, Pengguna Jasa di Hulu Sungai Makin Menurun
banjarmasinpost.co.id/hanani
Terminal angkutan umum di Jalan HM Yusi, Kandangan, Hulu Sungai Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Menurunnya pengguna jasa angkutan umum  taksi colt L 300 jurusan Hulu Sungai- Banjarmasin, membuat para sopir angkutan tak lagi merasakan masa “panen” menjelang lebaran Idul Fitri.

Jika dulu seminggu menjelang lebaran penumpang ramai menggunakan taksi colt, sekarang tak terjadi.

Ketua Organda HSS, Abdul Rasyid, yang juga sopir taksi L-300 jurusan Kandangan-Banjarmasin, dihubungi Rabu (29/5/2019) mengatakan sampai sekarang belum terjadi lonjakan penumpang.

“Sejak pagi tadi saya dari Kandangan ke Banjarmasin hanya ada beberapa penumpang. Sekarang masih di terminal  di Banjarmasin, Mencukupi penumpang tujuh orang saja sulit,”ungkap Rasyid.

Menurutnya, untuk menjelang lebaran, biasanya saat berangkat dari Kandangan, penumpangnya paling banyak lima orang. “Kalau dari Banjarmasin ke Hulu Sungai, baru lumayan, karena banyak yang mau mudik ke Hulu Sungai. Begitu pula arus balik nanti, sebaliknya.

Baca: Balasan Menohok Luna Maya Dinyinyiri Lupa Umur Gara-gara Ngefans BTS, Teman Ayu Dewi Ungkap Hal Ini

Penumpang yang ramai dari HUlu Sungai, balik ke Banjarmasin,”katanya. Disebutkan, arus mudik dan balik baru ramai pada H min tiga dan H plus tiga. Pasca lebaran, selama satu minggu, penumpang lebih ramai.

Meski nantinya terjadi peningkatan penumpang, Rasyid menyatakan para sopir tak ada rencana menaikan tarif angkutan saat arus mudik maupun balik.

“Kami tetap berlakukan tariff Rp 50 ribu. Biasanya yang bikin mahal, para calo. Kalau kami takmenaikkan tarof,”tandas Rasyid lagi. Disebutkan, salah satu yang membuat angkutan L-300 makin sepi penumpang, adalah beroperasinya taksi gelap berpelat hitam, dan tak berizin.

Akibat penghasilan hanya cukup untuk operasional dan biaya makan, menurut Rasyid para sopir sulit meningkatkan pelayanan berupa perbaikan  fasilitas angkutan untuk kenyamanan penumpang. Seperti memasang AC.

Disebutkan, untuk mobil angkutan umum, rata-rata saat ini buatan tahun 1986, dan keluaran paling akhir tahun 1996. Diakui banyak taksi yang sudah berusia tua yang saat ini operasional, namun dari sisi mesin masih tangguh.

Baca: Dilaporkan Masyarakat, Warung Sekadup ini Kedapatan Layani Pembeli di Siang Hari

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved