Pemilu 2019

Cegah Perpecahan, Ini Imbauan Sekretaris Agung MARSI, Sultan Khairul Saleh Untuk Para Raja Datu

Sekretaris Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARSI) YM Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah mengingatkan tetap menghindari Perpecaha

Cegah Perpecahan, Ini Imbauan Sekretaris Agung MARSI, Sultan Khairul Saleh Untuk Para Raja Datu
Dok MARS Indonesia untuk BPost Group
Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS-Indonesia), Minggu (24/2/2019) sepakat memilih Sultan Khairul Saleh sebagai Sekretaris Agung MARS-Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sekretaris Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARSI) YM Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah mengingatkan Kepada Para Raja Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat agar Agar tetap menghindari Perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Karena Hasil Pemilu 2019.

“Dimana Kejadian Tanggal 21 - 23 Mei Aksi Kepada penetapan hasil pemilu oleh KPU, dinilai sebagian rakyat tidak jujur dan adil. Peristiwa kekerasan itu sungguh memprihatinkan,” ujar Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah, Kamis (30/5/2019).

Korban begitu banyak mulai masyarakat dan aparat sendiri, hal seperti iniakan sangat merugikan bagi bangsa indonesia apalagi keutuhan NKRI.

“Kami menolak keras segala Kekerasan, seharusnya semua semua pihak, baik rakyat maupun aparat, dapat melakukan pengendalian diri dan melihat kita semua satu bangsa satu bahasa Indonesia dan tidak saling menyakiti,” katanya.

Baca: Serunya Bukber FJB di Markas Yonif 623, Diisi Tausiah Hingga Latihan Menembak

Baca: Luna Maya Pertegas Statusnya dengan Faisal Nasimuddin Hingga Janjinya Pada Reino Barack

Baca: Monster Bagi Takjil, Ini yang Diharapkan Suporter Setia Martapura FC Ini

Menurut Khairul Saleh, belum terlambat, hentikan Kekerasan. "Kita Adalah Saudara. Kekerasan Akan Memecah Belah Bangsa," ujarnya.

Menurut dia, lebih bahaya lagi kalau kekerasan fisik antara rakyat dan aparat menimbulkan korban itu masih berlanjut pada kekerasan verbal dalam bentuk saling menyalahkan, bahkan dengan saling melempar tuduhan, dengan klaim akan kebenaran secara sepihak.

"Jika ini diteruskan bahwa Inilah awal dari Celaka Suatu Bangsa,” tandasnya.

Karena itu , atas nama Raja Datu, penglingsir dan pemangku adat Meminta Kepada Kedua Belah Pihak Untuk melakukan penyelesaian yang secara kenegarawan dan Tidak Mengakibatkan Runtuhnya Kesatuan dan Persatuan NKRI.

“Karena Kalau Tidak Dilakukan Hal Itu Akan Menjadi Kegelapan Bagi Masa Depan Bangsa Indonesia,” katanya.

Baca: KPR Subsidi Naik Rp 153 Juta, Developer Tunggu Informasi Teknis Dirjen PUPR dan Perbankan

Baca: NEWSVIDEO : Tetap Senyum Meski Dicaci dan Diludahi

Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah Bersama 30 Dewan Agung dan 500 Raja Sultan Datu Penglingsir dan Pemangku Adat akan melaksanakan Musyawarah Agung Dengan Salah Satunya Akan Kami Agendakan Kesepakatan Dalam Memperkuat NKRI, Pancasila, UUD 1945 DAN Bhineka Tunggal Ika.

"tiada jalan lain untuk mengatasinya kecuali Raja Sultan Datu Penglingsir dan Pemangku Adat Dan negara hadir menegakkan keadilan dan kebenaran. “Jangan sampai negara abai,” ujar dia. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved