Berita Banjarmasin

Diklaim Pengganti WhatsApp, 212 Messenger Ternyata Cuma aplikasi yang Dimodifikasi

Beredar pesan secara broadcast bahkan lengkap seruan untuk memviralkannya, sebuah aplikasi chat yang diklaim sebagai aplikasi pengganti WhatsApp.

Diklaim Pengganti WhatsApp, 212 Messenger Ternyata Cuma aplikasi yang Dimodifikasi
Istimewa
Pengamat Siber dan pakar IT Kalsel Andi Riza 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beredar pesan secara broadcast bahkan lengkap dengan seruan untuk memviralkannya, sebuah aplikasi chat yang diklaim sebagai aplikasi pengganti WhatsApp. Berikut fakta sebenarnya.

Isi pesan berantai itu menyebutkan bahwa, Akhirnya Seorang IT relawan muslim alhamdulillah telah membuat sebuah aplikasi pengganti Whatsapp.Aplikasi ini bernama 212 Messenger. Sudah Bisa di download play store.

Beritahu keluarga anda, sodara maupun teman anda untuk beralih ke aplikasi ini agar lebih aman.

Dengan adanya aplikasi ini alhamdulillah kita bisa terbebas dari produk asing seperti whatsapp, telegram dll. Bravo! Cyber Muslim 212 is the best!! Copas postingan ini dan segera viralkan! Ingat jangan sampai putus di kamu.

Baca: Kominfo Tutup 61.000 Akun WhatsApp, Rudiantara : Minimalkan Hoaks Fitnah dan Provokasi

Demikian bunyi pesan berantai itu, apa yang disampaikan tidak sepenuhnya benar. Fakta sebenarnya setelah dikupas reporter banjarmasinpost.co.id bersama Pengamat Siber dan pakar IT Kalsel Andi Riza , Kamis (30/5) kalau aplikasi itu baru diupload 27 mei 2019. "Sepertinya dia pake source code clone WA yang banyak dijual dipasaran. Pengembangnya ga jelas, namanya Loekerensdev (ga ada nama islaminya sama sekali, atau nama dev yang lebih terkesan professional)," kata Andi.

Dari penelusuran, dia cuma bikin tiga app, yang 212 messenger ini, app game Bolang Jump, dan yg terbaru 212 Social Chat yang baru dirilis 29 mei 2019, yang juga mirip dengan app messenger lain yang sudah tenar.

"Iklannya bejibun. Menurut saya ini cuma numpang tenar aja pake nama 212. Tujuannya mungkin pemasukan dari ads. Di halaman about belum diganti nama app aslinya fireapp. Sesuai prediksi saya. Ini app beli source code, Belinya di Code Canyon," katanya.

Baca: VPN Makan Korban Saldo Mimin Ludes, Ternyata Pakai Opera Akses Whatsapp, FB dan IG Lebih Aman

Ini buktinya https://codecanyon.net/item/fireapp-chat-android-chatting-app-with-groups-inspired-by-whatsapp/22453192

" Itu dia beli aplikasi yang dijual dipasaran. Memang bisa dipakai dan berfungsi, Tapi bukan bikin sendiri. Tinggal ganti nama sama logo saja, sayangnya pakai embel-embel karya anak bangsa dan developer muslim lagi. Ngibul. Di code canyon itu developer jualan source code aplikasi. Harus jujur, ya tidak boleh diakui sebagai karya buatan sendiri. Kalau dibeli, boleh dimodif ganti nama atau logo saja, aplikasi sudah jadi. keuntungan dia dapat dr iklan. Makanya iklannya gila-gilaan. Memang bukan karya anak bangsa kok, cuma custom app punya orang lain yang dijual bebas, dibeli seharga 48 us dollar kemudian dimodifkasi," beber Koordinator Sub Sektor Teknologi Informasi Kalsel Kreatif Forum Andi Riza ini.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved