Liga Champions

Jelang Final Liga Champions, Begini Terungkap Perasaan Juergon Klopp dan Mauricio Pochettino

Bagi Juergen Klopp laga Final di Liga Champions membawa memori tidak mengenakan baginya.

Jelang Final Liga Champions, Begini Terungkap Perasaan Juergon Klopp dan Mauricio Pochettino
PAUL ELLIS/AFP
Manajer Liverpool FC, Juergen Klopp, merayakan gol yang dicetak Mohamed Salah dalam laga Liga Inggris kontra Tottenham Hotspur di Stadion Anfield, Liverpool, pada 4 Februari 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelatih LIverpool Juergen Klopp begitu yakin dengan kemampuan para pemainnya saat Liverpool tampil melawan Tottenham Hotspur di liga Champions.

Final kali ini, tentu menjadi momen yang kesekian kali bagi Juergen Klopp. Tidak bisa dilupakan, laga Final di Liga Champions membawa memori tidak mengenakan baginya.

Namun, kali ini, Juergon klopp punya pandangan berbeda dengan anak asuhnya di Liverpool.  Klopp beranggapan bahwa timnya kala itu memang berstatus underdog serta kualitas pemainnya belum merata.

Dengan Liverpool musim ini, Klopp berkeyakinan bahwa hasilnya bisa berbeda karena dia tahu para pemain pilihannya adalah yang terbaik dalam dalam kondisi fit. Hanya ada satu pemain yang absen yakni Naby Keita.

"Saya begitu mencintai mereka, mereka sudah memberikan segalanya. Jujur, saya tidak pernah punya tim sebaik ini di laga final," ujar Klopp di situs resmi klub.

Baca: Kalsel Bakal Miliki Lapangan Bola Standar FIFA, Bukan Pemerintah yang Bangun Tapi Orang Ini

Baca: Jelang Liga 2 2019 - Ini Alasan Eks Pemain PSM Makassar Ardan Aras Gabung Martapura FC

"Saya tidak begitu terkejut karena para pemain ini merupakan yang terbaik yang pernah saya lihat, dari sisi potensi serta attitude. Benar-benar brilian, luar biasa, dan itulah yang membawa kami ke sini," sambungnya.

Liverpool kembali dibawa Klopp ke final Liga Champions untuk menghadapi Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano akhir pekan ini.

Bagi Klopp, ini adalah pencapaian tersendiri dalam kariernya karena tidak banyak pelatih yang bisa tiga kali tampil di final Liga Champions.

Meski demikian, Klopp selalu jadi pihak yang kalah dalam dua kesempatan awalnya. Yang pertama pada 2013 saat Borussia Dortmund-nya ditaklukkan 1-2 oleh Bayern Munich dan yang paling teranyar kala dibekuk 1-3 Real Madrid musim lalu.

Hasil itu lebih menyakitkan untuk Klopp karena diwarnai dua blunder Loris Karius yang berujung gol-gol Madrid serta cederanya Mohamed Salah. Jika ditambah dengan Liga Europa, maka Klopp benar-benar sial karena Liverpool juga kalah dari Sevilla di final itu.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved