Lebaran 2019

Kementrian Perdagangan Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Sentra Antasari, Tak Ada Kenaikan Signifikan

Kenaikan harga bahan pokok di pasaran menjelang lebaran biasanya disinyalir melonjak tinggi. Lantas, melihat kondisi harga

Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel bersama pihak Kementrian Perdagangan meninjau harga bahan pokok di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Kamis (30/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga bahan pokok di pasaran menjelang lebaran biasanya disinyalir melonjak tinggi. Lantas, melihat kondisi harga tersebut, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel bersama pihak Kementrian Perdagangan meninjau harga bahan pokok di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Kamis (30/5/2019).

Dalam peninjauan tersebut, Direktur Impor Kementrian Perdagangan RI, Ani Mulyanti memipin rombongang. Ia mendatangi sejumlah pedagang, mulai dari daging sapi, ayam, bawang, cabe, beras, telor dan sejumlah pangan lainnya.

Kelonjakan harga di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin nampaknya tidak begitu tinggi. Selain itu juga dianggap masih terjangkau oleh pembeli.

Khususnya harga ayam, diinformasikan oleh penjual ayam di Pasar Sentra Antasari, Hudan tidak banyak kenaikan harga yang terjadi. Bahkan sebutnya tak lebih tinggi dibanding beberapa waktu sebelumnya hingga mencapai Rp 38.000.

Harga ayam yang dijual oleh Hudan bervariatif, mulai dari Rp 23.000 hingga paling tinggi Rp 35 ribu. Sebutnya, saat harga ayam naik, artinya ketersediaan mulai menipis.

Baca: Ngamar Tanpa Surat Nikah dan Diduga Pesta Narkoba, Polisi Palangkaraya Amankan 14 Remaja

Baca: Demi Keamanan Pemudik, Polres Kotabaru Tes Urine SOpir Travel, 5 Orang Positif Langsung Bekuk

Baca: Angkutan Gratis Pertama Berangkat, Ini Pesan Gubernur Kalsel untuk Pengemudi dan Penumpang

Bahkan ujar Hudan, saat itu tak ada ayam ukuran tanggung, yang artinya tidak ada ketersediaan ayam tersebut.

Selain ayam, kenaikan harga juga dialami untuk beras. Beras siam yang awalnya Rp 9.000 secara bertahap meningkat jadi Rp 11.000.

Pedagang beras, Burhanudin mengatakan, saat ini ketersediaan beras didistributor atau petani memang terbatas. Sehingga secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kenaikan harga. Dibanding tahun sebelumnya jelas lelaki itu, beras masih bisa didapat dengan harga normal.

“Tahun sebelumnya lebih murah dan tahun ini sudah naik harga,” ucap Burhanudin.

Sementara untuk harga bawang merah dan bawang putih sudah dianggap jauh menurun dibanding sebelumnya. Pasalnya beberapa waktu lalu atau pada awal memasuki Ramadan kemaren, harga bawang putih mencuat hingga Rp 60.000 perkilo. Setelah dicek sudah menurun hingga Rp 33.000 sampai Rp 35.000.

Direktur Impor Kementrian Perdagangan RI, Ani Mulyanti menerangkan, sebagian komiditi yang pihaknya pantau harganya cukup stabil. Tidak ada lonjakan harga yang signifikan untuk bahan pokok tersebut.

Sementara mengenai ketersediaan harga, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan Bulog untuk pengadaan bahan pokok tersebut.

“Sebelum ramadhan kami sudah melakukan pemantauan harga. Selain itu juga diadakan rapat koordinasi bersama-sama dengan Satgas pangan dan Bulog untuk memastikan stok yang ada untuk Ramadan,” jelasnya.

Lantas, menjelang lebaran kali ini, Ani pun mengimbau agar masyarakat belanja sesuai kebutuhan. Meski tak ia pungkiri akan ada sejumlah menu atau kebutuhan pangan yang tidak biasa dan disediakan saat lebaran.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved