Bisnis

KPR Subsidi Naik Rp 153 Juta, Developer Tunggu Informasi Teknis Dirjen PUPR dan Perbankan

Untuk zona Kalimantan terdapat kenaikan harga rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) seharga maksimal Rp 153 juta.

KPR Subsidi Naik Rp 153 Juta, Developer Tunggu Informasi Teknis Dirjen PUPR dan Perbankan
Istimewa/PT Jofa Dini Lestari.
Hunian KPR bersubsidi di Banjarmasin dan sekitarnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berdasarkan PMK 81/2019, Sri Mulyani akan membebaskan pungutan PPN bagi rumah subsidi untuk berbagai zona. Untuk zona Kalimantan terdapat kenaikan harga rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) seharga maksimal Rp 153 juta.

Mengenai kenaikan harga tersebut, Direktur Utama PT Anugerah Fuja Perdana, M Fikri mengatakan, pihaknya baru saja mengetahui mengenai batasan harga terbaru untuk 2019 tersebut.

"Masih belum tahu teknisnya seperti apa untuk harga baru tersebut. Apakah ada perubahan aturan mengenai spesifikasi, atau di perbankannya seperti apa kami belum mendalami," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya masih menggunakan harga lama yakni Rp 142 juta hingga batas yang belum ditentukan.

"Setiap harga naik, kami tidak bisa serta merta langsung menaikkan harga jual. Dilihat dulu seperti apa supply dan demand nya. Tidak bisa langsung dinaikkan," imbuhnya.

Baca: NEWSVIDEO : Tetap Senyum Meski Dicaci dan Diludahi

Baca: Okupansi Hotel Turun 50 Persen, Ini yang Dilakukan Perhotelan di Banjarmasin Saat Libur Lebaran

Baca: Verrell Bramasta dan Aurel Hermansyah Tak Ragu Bicarakan Pernikahan, Geser Nama Al Ghazali

Fikri mengaku harus menunggu keputusan dari pihak dirjen pembiayaan PUPR seperti apa teknis harga baru ini dan bank pelaksana. Masih tetap aturan yang lama atau kah ada aturan yang berubah untuk harga baru ini, baru bisa dijalankan.

Pihaknya tetap menacu pada kesiapan perbankan, apabila perbankan belum siap dan juga pangsa pasar sedang lesu, dia akan tetap menggunakan harga yang lama.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mahatama Property Group, Royzani Sjachril menuturkan hanya akan mengikuti peraturan yang diberlakukan mengenai naiknya harga jual KPR subsidi. Namun, pada kenyataannya di lapangan, developer harus menyesuaikan dengan pangsa pasar.

"Developer kemungkinan juga tidak langsung menaikkan harga baru kecuali posisinya sangat strategis dalam kota atau dekat dengan pusat kota. Untuk wilayah yang berada di pinggiran atau jauh dari kota tentunya developer akan berpikir dulu pangsa pasarnya seperti apa tidak serta merta langsung menaikkan harga," tandasnya.

Ditambahkannya, hal itu karena akan berpengaruh kepada permintaan debitur, debitur juga akan berpikir harga jual naik kemungkinan angsuran juga akan naik kecuali dp nya diperbesar, juga memperhatikan penghasilan dari para debitur mencukupi membayar angsuran perbulan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Awang Sejahtera, M Fazrin sangat menantikan kenaikan harga jual rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca: Kondisi Ani Yudhoyono Dikabarkan Memburuk, Istri SBY Kembali Masuk Ruang ICU

Baca: Peringatan MUI Untuk Ayu Ting Ting Setelah Aksi Zaskia Gotik dan Raffi Ahmad di Pesbukers

"Karena sebenarnya harga saat ini sudah cukup menyulitkan pengembang di Banua untuk membuat rumah bersubsidi berkualitas sesuai standar yang ditetapkan pemerintah," kata dia.

Terkait prospek penjualan perumahan di tahun 2019 sendiri dirinya mengatakan masih cukup menjanjikan, khususnya untuk tipe perumahan bersubsidi. Wilayah perumahan yang paling banyak dicari oleh masyarakat kini mulai bergeser ke wilayah Kabupaten Banjar, khususnya di daerah gambut.

"Hal tersebut karena infrastruktur penunjang ekonomi disana sudah sangat berkembang sekali, baik itu adanya perguruan tinggi, pusat perbelanjaan hingga dekat dengan akses bandara. Semua hal tadi tentunya membuat masyarakat makin berminat membeli properti di daerah tersebut," tukasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved