Berita Internasional

Minta Maaf kepada 346 Keluarga Korban Tewas, CEO Boeing Sebut Kecelakaan 737 Max Lukai Kepercayaan

CEO pabrikan pesawat asal AS Boeing Dennis Muilenberg menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada keluarga 346 korban tewas

Minta Maaf kepada 346 Keluarga Korban Tewas, CEO Boeing Sebut Kecelakaan 737 Max Lukai Kepercayaan
AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NEW YORK - CEO pabrikan pesawat asal AS Boeing Dennis Muilenberg menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada keluarga 346 korban tewas kecelakaan dua pesawat jenis 737 MAX. Muilenberg pun menyatakan pihaknya bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan publik.

"Secara pribadi saya memohon maaf kepada keluarga (korban). Kami meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Kami menyesal atas hilangnya nyawa dalam kecelakaan-kecelakaan itu," kata Muilenberg seperti dikutip dari CNBC, Kamis (30/5/2019).

Pada pertengahan Maret 2019 lalu, otoritas penerbangan di seluruh dunia melarang pesawat Boeing 737 MAX untuk terbang. Ini menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, kurang dari lima bulan setelah kecelakaan serupa dialami pesawat Lion Air di Indonesia.

Kedua pesawat naas tersebut adalah pesawat Boeing 737 MAX 8. Pelarangan terbang di seluruh dunia menghantam saham Boeing yang anjlok lebih dari 17 persen sejak kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines.

Baca: BREAKING NEWS - Ngaku Polisi Lalu Tipu Puluhan Orang, Warga Kaltim Ini Diciduk Resmob Polda Kalsel

Baca: Supaya Tak Mirip Gembel, Istri Baim Wong Lakukan Ritual Ini, Paula Verhoeven Ternyata Malas Make Up

Baca: Sebelum Mudik Polisi Kalsel Periksa Gula Darah, Kolesterol dan Asam Urat Penumpang dan Sopir

Akibat insiden itu pula, sejumlah maskapai susah payah mencari pesawat baru guna memenuhi puncak permintaan saat libur musim panas.

Boeing pun menghadapi beragam tuntutan dari keluarga korban. Boeing dan Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) juga menerima tekanan terkait proses persetujuan pesawat dari regulator.

Muilenberg, yang telah berkarier di Boeing selama lebih dari 30 tahun, mengatakan dua kecelakaan pesswat tersebut memberikan dampak yang sangat besar kepada dirinya secara pribadi. Dua insiden itu juga sangat berdampak pada dirinya sebagai pimpinan Boeing.

Sebelumnya, Muilenberg menyatakan kepada investor bahwa kepercayaan publik untuk terbang terlukai dengan adanya dua kecelakaan tersebut.

"Kami tahu bahwa kepercayaan publik terlukai akibat kecelakaan-kecelakaan ini. Kami bekerja keras untuk memperoleh dan kembali memperoleh kepercayaan publik untuk terbang," terang Muilenberg.

Ia menegaskan pula bahwa pihaknya mengambil segala tindakan yang diperlukan guna memastikan kecelakaan-kecelakaan serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved