Ramadhan 2019

Mutaiara Ramadhan : Sikap Tengah

ALQURAN menekankan perlunya sikap jalan tengah (qawama) di antara dua kutub ekstrem dalam berbagai aspek kehidupan.

Mutaiara Ramadhan : Sikap Tengah
capture/banjarmasin post
DR Mutohharun Jinan MAG 

"Setan juga menakut-nakuti kamu akan kemiskinan dan menghasut kamu berbuat keji." (QS Al-Baqarah/2: 268).
Ibadah Sosial

Berderma dalam bentuk harta menjadi satu di antara ajaran penting dalam Islam, sebagaimana perintah zakat, infak, dan sedekah. Fungsinya, bagi orang yang berderma untuk membersihkan harta sehingga menjadi halal dan barakah.

Sedangkan secara sosial berderma mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dalam hal tradisi berderma (zakat, infak, dan sedakah), kaum muslim Indonesia pantas bersyukur kedermawanan menjadi satu gejala yang mudah dijumpai di masyarakat pada dasawarsa terakhir.

Berbagai jenis kegiatan sosial digelar untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya dan dilakukan secara sekarela, mulai dari berbagi makanan gratis, pasar murah, sedekah dan sebagainya. Kedermawanan tampak lebih bergairah pada saat bulan Ramadan tiba.

Memang ada banyak Hadist Nabi Muhammad yang mendorong agar kaum muslimin membelanjakan harta di jalan Allah dalam kaitan dengan ibadah puasa. Pada bulan puasa kaum muslim memperbanyak ibadah sosial, seperti berinfak, bersedekah, dan berzakat kepada fakir miskin, khususnya dimulai dari kerabat.

Secara khusus bagi orang yang berpuasa kedermaan diwujudkan dalam perintah zakat fitrah, sebagai ibadah penyempurna dari ibadah puasa. Tradisi berderma juga tampak menggembirakan pada saat terjadi musibah di suatu daerah.

Tanpa menunggu perintah, masyarakat antusias memberikan bantuan melalui lembaga-lembaga atau ormas-ormas yang memiliki kemampuan untuk menyalurkannya. Kesatuan, kebersamaan dan solidaritas sosial di masyarakat begitu terasa menembus batas-batas agama, etnis, dan golongan.

Anjuran berderma dan sikap tengahan atau proporsional ini sangat baik diterapkan dalam menyikapi datangnya Idulfitri. Ini penting, karena jangan sampai prilaku atau sikap-sikap pada saat merayakan Idulfitri justru terjebak pada perilaku konsumtif yang berlebihan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved