Bisnis

Okupansi Hotel Turun 50 Persen, Ini yang Dilakukan Perhotelan di Banjarmasin Saat Libur Lebaran

Dampak mahalnya tiket pesawat masih terasa pada tingkat hunian hotel yang ada di Banjarmasin.

Okupansi Hotel Turun  50 Persen, Ini yang Dilakukan Perhotelan di Banjarmasin Saat Libur Lebaran
Istimewa
Ilustrasi Bangunan Aston Hotel Banua Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dampak mahalnya tiket pesawat masih terasa pada tingkat hunian hotel yang ada di Banjarmasin. Hingga memasuki Triwulan II 2019, okupansi hotel di Banjarmasin pun turun hampir 50 persen.

Seperti dirasakan Aston Banua Hotel and Convention Center Banjarmasin, terjadi penurunan tingkat hunian kamar sejak melambungnya harga tiket pesawat.

"Tingkat okupansi di Aston memang menurun sekitar 47 persen. Untuk itu kami menggeber penawaran menarik terutama di musim mudik dan libur lebaran ini," jelas General Manager, Andri kurniawan kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (30/5/2019).

Hotel bertaraf International yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani Km 11,8, Banjarmasin ini, mempersembahkan sesuatu yang menarik berupa program mudik asyik bagi masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya.

Baca: Gelar Safari Ramadhan di Desa Pudi Seberang, Bupati H Sayed Jafar Bagikan Bantuan Alat Pertanian

Baca: Verrell Bramasta dan Aurel Hermansyah Tak Ragu Bicarakan Pernikahan, Geser Nama Al Ghazali

Baca: SMPIT Al Khair, Tertinggi Nilai UNBK se-HST, Lakukan Ini Ketika Pengumuman Hasil Ujian Siswanya

"Panjangnya perjalanan mudik kini tidak lagi terasa melelahkan. Aston banua menghadirkan "Musik" yakni Mudik asyik buat yang selalu merindukan kampung halaman. Disini bisa mudik sekaligus liburan menikmati kenyamanan layanan hotel bintang empat," ucapnya.

Dipaparkanya, mudik asyik ini yakni berupa program menginap tiga hari namun bayar dua hari saja atau stay 3 pay 2 seharga Rp 968.000.

Dia pun berharap, adanya promo tersebut dapat membantu meningkatkan tingkat hunian selama libur panjang lebaran.

Di Amaris Hotel Banjar pun demikian, General Manager Dani Yusyandi mengatakan, tingkat hunian di Amaris mengalami penurunan.

"Untuk di Amaris sendiri, penurunan tingkat hunian dirasakan mulai awal tahun berkisar 15-20 persen di banding tahun-tahun sebelumnya," jelas Dani.

Bahkan, ditambahkannya, perusahaan juga banyak yang menunda hingga membatalkan perjalanan dinas akibat tingginya harga tiket pesawat.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved