Berita Tapin

Titik Panas Terdeteksi di Tapin, Ternyata Asap Dari Dibekas Lahan Tambang Batu Bara

Titik panas atau hotspot melanda wilayah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terdeteksi satelit, Kamis (30/5/2019).

Titik Panas Terdeteksi di Tapin, Ternyata Asap Dari Dibekas Lahan Tambang Batu Bara
HO/BPBD Tapin
Mobil pemadam kurangi asap kebakaran dari bekas lubang tambang di Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Titik panas atau hotspot melanda wilayah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terdeteksi satelit, Kamis (30/5/2019).

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin melakukan pengecekan lapangan terhadap laporan dari satelit tersebut.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, setelah tim BPBD Kabupaten Tapin melakukan penyisiran dan pengecekan titik panas yang disebut satelit, lokasinya berada di lahan pertambangan batubara.

Satu mobil water tank berisi 20 ribu liter air melakukan pemadaman di sisi lubang tambang batu bara. Penurunan asap belum maksimal sehingga penyiraman dicampur deterjen.

Baca: Penyakit Gerd Dominasi Pasien Rawat Jalan Selama Ramadan 2019 di RS Idaman Banjarbaru

H Nordin, Kepala Pelaksana BPBD Tapin dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id terkait hasil satelit itu menjelaskan yang terpantau satelit pada saat itu, untuk hotspot di Tapin adalah bukan kebakaran hutan dan lahan, tapi lahan tambang yang terbakar.

"Upaya yang sudah dilakukan kami adalah melakukan koordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan pihak perusahaan," katanya.

Pihak perusahaan sudah melakukan upaya pemadaman dengan penyiraman dengan air detergen namun sampai saat ini kebakaran masih belum bisa dikuasai sepenuhnya, sebutnya.

Peristiwa kebakaran di bekas galian pertambangan batubara itu di wilayah Kecamatan Tapin Selatan dan Kecamatan Salam Babaris.

Asap yang keluar dari batubara yang terbakar itu sudah berulang kali terjadi di bekas galian pertambangan batubara. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved